Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    UMK 2016 di Jabar Naik 11,5 Persen

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14918.jpg

    BANDUNG-Kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) 2016 di Jawa Barat disahkan Sabtu (21/11) malam, dengan kenaikan persentase 11,5 persen untuk 27 Kabupaten dan Kota.

    Penetapan diberlakukan berdasarkan Surat  Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 561/Kep. 1322-Bangsos/2015 tertanggal 20 November 2015.

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjelaskan, kenaikan UMK 2016 dengan persentase 11,5 persen merupakan hasil terbaik bagi pemerintah, perusahaan, maupun buruh. Sekalipun dalam banyak kesempatan, kalangan buruh kerap menuntut kenaikan 25 persen.

    "Di PP No 78/2015 sudah termaktub dengan jelas bahwa kenaikan harus 11,5 persen. Jadi, tidak mungkin kami di luar angka itu karena kita tidak ingin menentang sebuah keputusan yang ditandatangani oleh simbol negara yaitu Presiden," tegas Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di ruang Lokantara, Gedung Sate, Jalan Diponegoro No.22, Kota Bandung, Sabtu (21/11/2015) malam.

    Berdasarkan UMK yang ditetapkan,  Kabupaten Pangandaran menjadi daerah dengan UMK terendah Rp 1.324.620, sementara upah tertinggi Kabupaten Karawang Rp 3.330.505.

    Aher menerangkan, setiap keluhan dan tuntutan terhadap UMK 2016 sudah menjadi kewajiban untuk diakomodir. Apalagi UMK 2016 merupakan hasil terbaik yang harus diterima secara bijak oleh semua pihak. Di sisi lain, keputusan ini juga harus ditandatangani hari karena sudah batas akhir yakni 40 hari sebelum tahun 2016.

    "Namun yang protes tetap kami tampung dan disampaikan ke Pemerintah Pusat. Bagaimanapun, keputusan ini bisa berubah kalau PP-nya berubah," tambahnya.

    Menurut dia, bagi para pemerintah di Kabupaten dan Kota yang merekomendasikan tidak sesuai PP nomor 78/2015 tentang Pengupahan terpaksa harus diperbaiki seperti Kota Bandung.

    "PP ini mengikat Gubernur dan seluruh Kabupaten dan Kota. Ketika merekomendasikan pun harus taat PP, saat bersamaan juga kita memahami rekan rekan buruh keberatan. Jadi buat saya ini jalan tengah terbaik bagi semua," ujar Aher.

    Kepada para buruh, Aher menjelaskan, penetapan UMK 2016 sebesar 11,5 persen bukan berarti mengabaikan keluhan dan tuntutan para seluruh serikat pekerja.

    "Kita bukan pada posisi sebagai pemutus regulasi, dengan berat hati bagaimanapun karena kita pemerintah daerah harus menaati pusat sambil kita memahami keberatan para pekerja atau buruh," tuturnya.

    Aher menegaskan, sekalipun tak semua sesuai keinginan dengan adanya aturan dari PP, faktanya UMK Kabupaten Karawang, Kab. Bekasi, dan Kota Bekasi masih tertinggi di Indonesia.

    Selisih UMK tertinggi dan terendah di Jawa Barat sendiri adalah Rp 2.005.885. Rata-rata UMK di Jawa Barat Rp 2.147.395,34.

    Sementara UMK rata-rata per wilayah di Jawa Barat adalah, wilayah Priangan Timur Rp 1.451.861,52, wilayah Ciayumajakuning Rp 1.528.219, wilayah Bandung Raya Rp 2.346.852, wilayah Bogor Raya Rp 2.482.733,33, wilayah Bekasi Raya Rp 2.999.350.

    Berikut besaran UMK 2016 di 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat :

    1. Kota Banjar - Rp. 1.327.965

    2. Kabupaten Cianjur - Rp. 1.837.520

    3. Kabupaten Cirebon - Rp. 1.592.220

    4. Kota Cirebon - Rp. 1.608.945

    5. Kota Sukabumi - Rp. 1.834.175

    6. Kota Tasikmalaya - Rp.1.641.280

    7. Kabupaten Bekasi - Rp. 3.261.375

    8. Kabupaten Kuningan - Rp 1.364.760

    9. Kabupaten Garut - Rp. 1.421.625

    10. Kabupaten Majalengka - Rp. 1.409.360

    11. Kota Bandung - Rp. 2.626.940

    12. Kabupaten Bogor - Rp. 2.960.325

    13. Kabupaten Tasikmalaya - Rp. 1.632.360

    14. Kabupaten Ciamis - Rp. 1.363.319

    15. Kabupaten Pangandaran - Rp. 1.324.620

    16. Kabupaten Indramayu - Rp. 1.665.810

    17. Kabupaten Bandung - Rp. 2.275.715

    18. Kabupaten Bandung Barat - Rp. 2.280.175

    19. Kabupaten Sumedang - Rp. 2.275.715

    20. Kota Cimahi - Rp. 2.275.715

    21. Kota Depok - Rp. 3.046.180

    22. Kota Bogor - Rp. 3.022.765

    23. Kabupaten Sukabumi - Rp 2.195.435

    24. Kota Bekasi - Rp. 3.327.160

    25. Kabupaten Karawang - Rp. 3.330.505

    26. Kabupaten Purwakarta - Rp. 2.927.990

    27. Kabupaten Subang - Rp. 2.149.720

    Berikut 3 Kota Kabupaten UMK tertinggi di Provinsi Jawa Barat :

    1. Kabupaten Karawang - Rp. 3.330.505

    2. Kota Bekasi - Rp. 3.327.160

    3. Kabupaten Bekasi - Rp. 3.261.375

    Berikut 3 Kabupaten/Kota UMK terendah di Provinsi Jawa Barat :

    1. Kabupaten Pangandaran - Rp. 1.324.620

    2. Kota Banjar - Rp. 1.327.965

    3. Kabupaten Ciamis - Rp. 1.363.319.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus