Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Aher Amanatkan Tujuh Poin Penting Kepada Sekda Iwa Karniwa

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14381.jpg

    BANDUNG-H. Iwa Karniwa, SE.Ak.,MM.,CA. resmi dilantik menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat definitif. Pelantikan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, di Aula Barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, kota Bandung, Senin (12/10).

    Iwa Karniwa sempat mengisi jabatan tersebut sebagai Plt. sepeninggal Wawan Ridwan. Iwa menjadi Sekda Jabar pertama yang melalui Sistem Merit, yaitu pengisian Jabatan Sekretaris Daerah Provinsi secara terbuka. Maka dari itu, Aher pun meminta agar Iwa dengan jabatan dan wewenang yang diembannya, dapat prima bekerja dengan akselerasi yang cepat, untuk kemajuan pembangunan di lingkungan pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

    "Saya katakan ya, harus bekerja secepat mobil yang berjalan di jalan tol. Apalagi memang banyak proyek-proyek tol," pesan Aher.

    Lebih khusus dalam sambutannya Aher menyampaikan, tujuh pesan penting sebagai pengantar Iwa Karniwa mengemban tugasnya sebagai Sekda Jabar. Pertama, Aher menekankan pentingnya melaksanakan konsolidasi sehingga terbangun soliditas perangkat daerah untuk bersama-sama mencapai target-target pembangunan di Jawa Barat.

    Kedua,  agar Iwa mampu menghadirkan iklim kerja yang kondusif dan kompetitif. "Ketiga, saudara diharapkan mampu mendorong pencapaian sasaran agenda reformasi birokrasi," tambahnya.

    Iwa juga diharapkan tetap memperhatikan berbagai capaian administratif penyelenggaraan pemerintahan daerah, seperti Opini WTP dari BPK; serta meningkatkan capaian Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) dan capaian Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD).

    "Saya berharap Sekda mampu secara optimal mendukung berbagai program pembangunan strategis yang mencakup aspek kesejahteraan daerah, aspek daya saing daerah, dan aspek pelayanan umum," kata Aher.

    Aher juga mengamanatkan bahwa Sekda harus mampu mendukung tugas gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, khususnya dalam melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah kabupaten/ kota dan tugas pembantuan oleh daerah kabupaten/kota.

    Terakhir, Aher juga menekankan sebagai pemangku jabatan karir tertinggi di lingkungan Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa harus mampu tampil sebagai teladan dan panutan bagi seluruh Aparatur Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

    "Selamat bertugas, wilujeng mancen tugas, selamat bekerja keras, selamat berjuang, semoga amanah ini dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab," tambah Aher.

    Hadir pada pelantikan tersebut sejumlah pejabat dan Sekda dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, para asisten, para Kepala Biro, dan perangkat daerah lainnya.

    Profil Singkat Iwa Karniwa

    Lahir di Ciamis, 52 tahun lalu. Iwa merintis karir panjang sebelum menjadi Sekda atau orang nomer tiga di Pemprov Jabar. Lulus jenjang Diploma III dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada tahun 1985. Iwa sejatinya mengawali karir PNS-nya di BPKP sebagai Ajun PKP Muda selama 5 tahun. Lima tahun berikutnya dia menjadi auditor ahli muda BPKP.

    Seiring pemekaran Kotif Cimahi menjadi Kota Cimahi, suami dari Elly Rosita Karniwa ini melompat menjadi Kepala Sub Dinas P20 di Kota yang baru mekar di era reformasi tersebut. Hanya menjabat selama 3 bulan, karirnya sebagai PNS langsung menanjak sebagai Kepala Dinas Pendapatan Cimahi. Di Tahun  2002 mengantongi gelar S1 dan S2 yang sudah dipegang olehnya dari Unpad dan STIE IPWI.

    Karir penggemar olahraga tenis ini di Cimahi hanya sampai pada 2006 sebagai Kepala Badan Pengawas Daerah (Inspektorat) lalu kemudian pindah menjadi auditor di Bawasda Jabar selama 1,3 tahun. Pada Tahun 2009, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mulai mendampuknya menjadi Kepala Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BPMPD) Jabar menggantikan Herry Hudaya selama satu tahun.

    Pada 2010, selama 3 bulan dia duduk sebagai Staf Ahli Gubernur Jabar sekaligus menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah. Karir ayah dua orang putri ini kemudian melejit menjadi Asisten Administrasi Setda Jabar.

    Di bawah kepemimpinannya, Pemprov Jabar mulai menunjukan perbaikan dari sisi laporan keuangan hingga menyabet opini wajar tanpa pengecualiaan (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 4 tahun berturut-turut (2011-2014).

    Berbagai jabatan ia pegang baik sebagai Plh atau pelaksana tugas (Plt) di lingkungan Pemprov Jabar dari mulai Plt Badan Perizinan Terpadu hingga Kadispenda Jabar. Setelah Sekda Jabar Wawan Ridwan berpulang pada Maret 2015 lalu, ia diberi amanah untuk menjadi Plh Sekda selama 1 bulan, hingga Plt Sekda sampai Oktober.

    Saat lelang jabatan Sekda Jabar dibuka, Iwa turut mendaftar bersama 14 kandidat lain, masuk 8 besar lalu terpilih sebagai 3 kandidat utama yang disodorkan Tim Panitia Seleksi Sekda Jabar pada Tim Penilai Akhir (TPA) Pusat yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla. Bersaing dengan Denny Juanda (Kepala Bappeda) dan Anang Sudarna (Kepala BPLHD) Presiden Joko Widodo menetapkannya lewat Keputusan Presiden.

    Karir tertinggi PNS di Pemprov Jabar pun diraih. Calon Doktor Managemen Strategis dari Unpad tersebut akhirnya resmi dilantik Gubernur Jabar Ahmad Heryawan pada Senin (12/10).

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus