Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jabar Ajukan Rp 691 Miliar Untuk Sarana PON 2016

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11132.jpg

    BANDUNG–Provinsi Jawa Barat mengajukan dana hingga Rp 691 Milyar kepada Pemerintah Pusat, untuk pembangunan sarana dan prasarana PON XIX 2016 dalam APBN Perubahan Tahun 2015 ini. Anggaran ini nantinya digunakan untuk pembangunan venue beberapa cabor dengan standar bangunan megah dan berkelas internasional.
     
    Usai mengadakan rapat koordinasi seputar perkembangan persiapan PON Jabar 2016 dengan KONI Pusat di Gedung Sate, pada Rabu siang (18/2), Gubernur Jawa Barat yang juga Ketua PB PON XIX 2016 Jabar, Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan pembangunan venue PON sebenarnya sudah dianggarkan dalam APBD Jabar tahun 2015 seluruhnya. “Pembenahan venue sedang berlanjut dari APBD Tahun 2015. Tidak ada yang dilempar di Anggaran Perubahan 2015 karena kita ingin pembangunan venue selesai pada semester pertama 2015," ungkap Aher usai pertemuan.
     
    Anggaran untuk venue yang berasal dari APBD Jabar adalah untuk membangun venue dengan standar minimal. Namun, Jawa Barat mengajukan dana di APBNP untuk pembangunan beberapa venue cabor dengan standar bangunan yang optimal dan megah-berkelas internasional. “Ada beberapa cabor kita bangun dengan APBD Provinsi dalam posisi (bangunan venue) minimal dengan ukuran dan standar internasional  untuk penyelenggaraan. Tapi kalau mau gebyar, (bangunan) besar banget itu harus pakai APBN dan kita perjuangkan. Kita tahun ini mengajukan untuk sarana-prasarana 691 Milyar untuk beberapa cabor," papar Aher di hadapan para awak media.
     
    Salah satu venue cabor yang rencananya akan dibangun megah dan berkelas internasional adalah venue kolam renang yang berlokasi di Gede Bage, Kota Bandung. Sebenarnya Pemprov Jabar sudah menggelontorkan dana Rp 60 Milyar kepada Pemkot Bandung untuk membangun venue kolam renang. Namun, Pemkot Bandung memiliki rencana membangun kolam renang yang megah, sehingga mengajukan kembali dana Rp 240 Milyar kepada pemerintah pusat.
     
    “Umpamanya untuk kolam renang, standar minimalnya cukup di angka 60 Milyar, cukup dan gede 60 Milyar, top lah. Tapi (gedungnya) mau gebyar (standar) internasional, gedungnya mau hebat. Kalau mau ideal dan megah banget perlu ada tambahan 240 Milyar lagi, jadi 300 Milyar. Kita sudah bantu memberikan 60 Milyar ke Kota Bandung tapi Bandung merencanakan kolam renang yang luas dan lebih lagi," kata Aher.
     
    Aher pun mengungkapkan, apabila pusat tidak memberikan dana yang diajukan tersebut, proses pembangunan venue masih tetap akan berjalan dengan alokasi dana yang sudah disediakan dari APBD Provinsi.
     
    Dalam pertemuan tersebut, hadir Ketua KONI Pusat Tono Suratman serta jajarannya, Sekda Pemprov Jabar, Asisten Daerah Bidang Administrasi & Asisten Daerah Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jabar, serta Kepala Dinas Pemuda & Olahraga Provinsi Jabar.

    Aher mengatakan, bahwa selama ini KONI Pusat terus memantau Jawa barat dalam menghadapi PON 2016 mendatang yang dinilai lancar. “Jadi menurut KONI, PB PON dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara PON tahun 2016 itu berjalan lancar," ujar Aher.
     
    PB PON pun meminta kepada KONI Pusat untuk membantu dalam memperjuangkan anggaran penyelenggaraan PON dari APBN segera terealisasi, yang akan dibahas oleh DPR awal tahun ini untuk penyelenggaraan tahun 2016. Jawa Barat sendiri mengajukan dana untuk penyelenggaraan PON tahun 2016 Rp 900 Milyar hingga Rp 1 Triliun.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus