Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemerintah Lakukan Efisiensi Untuk Program Pembangunan

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10670.jpg

    BANDUNG-Dengan efisiensi yang dilakukan, maka anggaran bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan pembangunan. Salah satu efisiensi yang telah dilakukan pada kepemimpinan Presiden Jokowi adalah memangkas perjalanan dinas. Dari semula sekitar Rp 40 trilyun dipangkas 16 trilyun. 

    Hal demikian dikemukakan Menpan dan Reformasi Birokrasi, Yuddi Crisnandi, saat memberikan arahan pada acara Stadium Generale, Kamis (22/1) yang diselenggarakan oleh Universitas Pajajaran Bandung, bertempat di Bale Sawala, Jl. Jatinangor Sumedang.

    Yuddi menegaskan, kegiatan-kegiatan yang tidak perlu, jangan dilakukan. Rapat-rapat di hotel dihentikan. Dari upaya ini khususnya di satu departemen, dapat  menghasilkan efisiensi anggaran sebesar Rp 4 milyar dalam kurun waktu dua bulan. Dalam waktu dua bulan bisa hemat 4 milyar. Menurut dasar analisa penghitungan terhadap efisiensi di Pemerintahan Pusat (semua departemen), maka akan mampu menciptakan efisiensi atau saving sebesar Rp 1,3 trilyun, jelas Yuddi.

    Jadi, lanjut Yuddi, apabila Rp 1,3 trilyun ini saya gelontrokan kepada Gubernur Ahmad heryawan, maka sejumlah itu  bisa mengatasi persoalan ganti rugi Waduk jati Gede, terhadap puluhan desa yang ada di sekitar area Waduk Jati Gede, jelas Yuddi.

    Ditegaskan Menpan-RB, bahwa reformasi tidak hanya di area mindset saja, tapi juga kepada struktur organisasi. Oleh karena itu Pemerintah akan melakukan perampingan struktur organisasi pemerintahan, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Hanya struktur organisasi pemerintahan yang ramping bisa responsif menyesuaikan dengan perubahan dan responsif terhadap kebutuhan-kegutuhan masyarakat.

    Struktur organisasi pemerintahan yang besar akan menimbulkan sumber daya manusia yang boros. Lakukan efisiensi, dan munculkan keteladanan, ajak Yuddi. 

    Lebih lanjut menurut Yuddi Crisnandi, sejak era reformasi yaitu yang dimulai 16 tahun yang lalu, banyak melakukan pemborosan-pemborosan. PNS banyak yang lakukan rapat-rapat di luar. Yang di kabupaten inginnya rapat di kota dan yang di kota inginnya rapat di kabupaten. Hal demikian karena spjnya beda. Walaupun jaraknya hanya 15 km tetapi spjnya kalau dari kab ke kota menjadi Rp 650 ribu. Kalau tetap di kabupaten saja cuma Rp 30 ribu. Bayangkan ini kalau melibatkan ribuan PNS. Di setiap kabupaten rata-rata 5000 orang pns kalau mindsetnya seperti itu, maka tercipta pemborosan, jelas Yuddi. 

    Apalagi kalau seluruh PNS yang jumlahnya mencapai 4.375.009 orang per-data Desember 2014 melakukan inefisensi, maka akan lebih banyak lagi pemborosan, ungkap Yuddi.

    Kalau semua orang tidak disiplinkan, kalau semua orang menganggap benar melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak efisien, maka begitu banyak program-program pembangunan yang terlantarkan.

    Dengan efisiensi yang dilakukan, dengan revolusi mental, dengan perubahan mindset, dan karakter, kita ingin menyelamatkan amanat rakyat untuk dikembalikan dalam bentuk program-program pembangunan yang bermanfaat bagi rakyat, demikian Menpan-RB, Yuddi Crisnandi.

    Pada kesempatan acara Stadium Generale Menpan-RB Yuddy Crisnandi, hadir Gubernur Ahmad Heryawan, Rektor Unpad, Ganjar, pimpinan OPD Prov. Jabar, segenap civitas Akademika UNPAD, Ketua Ikatan Alumni Fisip UJnpad Ika Mardiah dan para mahasiswa study akhir jurusan Fisip.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus