Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Masyarakat Waspadai Gejala Ebola

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10209.jpg

    BANDUNG- Masyarakat harus memahami gejala-gejala penyakit Ebola sejak awal, sebagai antisipasi kemungkinan terserang penyakit yang di akibatkan oleh virus ini. Demikian dikemukakan dosen Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran (unpad), Bachti Alisjahbana, dr., Sp.PD-KPTI, PhD.,

    “Masyarakat perlu tahu gfejala penyakit Ebola, seperti demam tinggi, nyeri otot, lemas, muntah, nyeri abdomen, delirium, hingga gejala Hemorrhagic,” ujar Bachti, saat menjadi pembicara dalam Diskusi “Unpad Merespons: Indonesia Waspada Ebola” di Ruang Executive Lounge Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, beberapa waktu lalu.

    Namun menurut Bachti, penularan virus tidak akan terjadi jika orang yang terinfeksi virus belum memperlihatkan gejala-gejala Ebola.
    “Transmisi virus Ebola melalui batuk/bersin belum juga terbukti sehingga kita masih bisa kontak komunikasi dengan pasien dalam radius dekat selama tidak ada kontak langsung dengan pasien,” ucapnya.

    Bachti mengatakan, virus Ebola efektif melakukan penularan dimana virus tersebut mampu bertahan dan mengeluarkan virus dalam jumlah yang sangat banyak.

    “Virus Ebola ditularkan melalui kontak langsung antara kulit terbuka dengan darah, kulit, dan cairan pasien sehingga dapat menyebabkan penyakit berat dengan tingkat fatalitas yang tinggi,” katanya.

    Sementara itu, Kusman Ibrahim, S.Kp., MNS., PhD., Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Unpad menyatakan, salah satu penyebab mudah berkembangnya virus Ebola diantaranya kondisi sarana kesehatan yang terbatas serta faktor budaya masyarakat.

    “Ada kepercayaan bahwa jika kata Ebola diucapkan, akan tambah menyebar. Mereka menuduh tenaga kesehatan menjadi penyebab berkembangnya Ebola karena sering digaungkan. Mereka pun lebih memilih berobat ke dukun daripada tenaga kesehatan,” tuturnya. (Parno)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus