Jelang Ramadan Volume Penumpang Bus Turun

20 Juli 2012 16:09:23 0Penulis :

 

BANDUNG - Tingkat okupansi penumpang jasa angkutan darat, seperti bus, baik Antar-Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP) diperkirakan mengalami kenaikan saat awal Ramadan (munggahan) dan arus mudik Idul Fitri.
         
Namun ternyata pada momen munggahan tahun ini, volume penumpang bus dari Terminal Cicaheum ke berbagai tujuan wilayah timur, lebih sedikit daripada momen yang sama tahun lalu.
 
"Lebih ramai tahun lalu. Perkiraannya, saat munggahan tahun ini, jumlah penumpang bus pada keberangkatan dari Terminal Cicaheum, turun," ujar J Juanda, Kepala Terminal Cicaheum Bandung.
 
Juanda meneruskan, turunnya load factor tersebut terlihat pada arus penumpang pada 3 hari menjelang Ramadan. Tahun lalu, ucapnya, rata-rata jumlah penumpang mencapai 4.500 orang dalam satu hari. "Tahun ini, sekitar 3.500 orang," sambung dia.
         
Akan tetapi, lanjutnya, jika perbandingannya dengan hari-hari biasa, volume penumpang momen munggahan tahun ini, lebih banyak. Pada kondisi normal, ucapnya, rata-rata volume penumpang dari Terminal Cicaheum sekitar 1.500-2.000 orang per hari. Saat ini, tuturnya, sekitar 3.000-3.500 orang per hari.
         
Mayoritas, tambah Juanda, para penumpang itu bertolak dari Bandung ke daerah-daerah di Jabar. Misalnya, sebut dia,  Sumedang, Indramayu, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran. Secara rata-rata, okupansi setiap bus pada momen kali ini, untuk jalur-jalur tertentu, seperti Sumedang, Indramayu, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran, sekitar 70 persen. Sementara okupansi bus untuk daerah tujuan lainnya, maksimal sekitar 50 persen.
         
Turunnya volume penumpang menjelang munggahan tahun ini karena bertepatan dengan berakhirnya momen libur sekolah dan mulai bergulirnya tahun ajaran baru. Selain itu, katanya, tidak sedikit masyarakat yang melakukan perjalanan mudik munggahan menggunakan kendaraan pribadi, khususnya, sepeda motor.
         

Dibaca : 3104 kali | Sumber : liputan/wawancara | File :

Share |

Form Komentar Berita


Berita Lainnya
 1 2 3 >  Last ›