Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah perekonomian dalam jangka panjang, dan pertumbuhan ekonomi merupakan fenomena penting yang dialami suatu wilayah. Pada dasarnya, pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai suatu proses pertumbuhan output perkapita dalam jangka panjang. Hal ini berarti bahwa dalam jangka panjang, kesejahteraan tercermin pada peningkatan output perkapita yang sekaligus memberikan banyak alternatif dalam mengkonsumsi barang dan jasa, serta diikuti oleh daya beli masyarakat yang semakin meningkat.
Pertumbuhan ekonomi terkait juga dengan proses peningkatan produksi barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi menyangkut perkembangan yang berdimensi tunggal dan diukur dengan meningkatnya hasil produksi dan pendapatan, dalam hal ini berarti terdapatnya kenaikan dalam pendapatan nasional/Regional yang ditunjukkan oleh besarnya nilai Produk Domestik Bruto (PDB)/Produk Domistik Regional Broto (PDRB).
Laju pertumbuhan ekonomi atas dasar harga konstan di Jawa Barat pada tahun 2009 adalah sebesar 4,19 persen, dan laju pertumbuhan ekonomi atas dasar harga konstan pada tahun 2010 sebesar 6,09 persen. Walaupun demikian, pertumbuhan ekonomi yang terjadi masih belum memadai untuk menyerap tambahan angkatan kerja yang signifikan sehingga jumlah pengangguran masih cukup tinggi.
Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi diperlukan investasi–investasi baru sebagai stok modal, sehingga semakin banyak tabungan yang di investasikan, akan semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi. Namun pada kenyataannya,tingkat pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada setiap tabungan dan investasi juga tergantung dari tingkat produktivitas investasi tersebut. Untuk meningkatkan output regional terdapat faktor-faktor yang saling mempengaruhi dan saling berinteraksi antara satu dengan yang lain.
Laju pertumbuhan ekonomi bersifat dinamis, sehingga adakalnya laju pertumbuhan ekonomi berkembang dengan cepat, dan adakalanya pula pertumbuhan ekonomi itu mengalami kemunduran, bahkan mencapai angka minus dan menyebabkan perekonomian mengalami kondisi stagnasi.
Upaya meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari aspek pertumbuhan ekonomi semata, tetapi yang lebih penting lagi adalah seberapa jauh pertumbuhan perekonomian tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat. Asumsi bahwa laju pertumbuhan ekonomi akan mampu meningkatkan pendapatan rata-rata masyarakat terkadang masih memiliki peluang untuk memunculkan masalah ketimpangan pendapatan.
Untuk lebih lengkapnya silahkan download file dibawah ini :