Perekonomian Jawa Barat tidak terlepas dari kondisi nasional maupun internasional. Pengaruh global terhadap perekonomian sangat terasa di provinsi sebesar Jawa Barat. Perubahan-perubahan dunia luar turut mempengaruhi pola konsumsi, Investasi, ekspor-impor dan perubahan stok di Jawa Barat. Tingkat seluruh aktivitas ekonomi, yang terkait dengan dunia internasional, turut mempengaruhi pertumbuhan di negara berkembang tingkat aktivitas ekonomi tersebut, menurut Kuncoro (2007) adalah sebagai berikut;

  1. Pertumbuhan ekspor hasil industri dipengaruhi oleh pertumbuhan perdagangan dunia, yang erat kaitannya dengan pasar negara maju dan adanya proteksi negara lain.
  2. Keberadaan modal untuk investasi, baik berupa investasi langsung maupun pinjaman, dipengaruhi pula oleh faktor internasional.
  3. Kemajuan teknologi negara-negara maju menjadi penghambat daya saing negara-negara berkembang.
  4. Manajemen Organisasi, misalnya gaya Jepang ’just in time’ dalam pengadaan suku cadang yang didukung oleh pengendalian stok dengan komputer.


Ekspor antar negara dari Jawa Barat pada tahun 2005, 2006 dan 2007 masing-masing Rp 140 triliun, Rp 146 triliun dan Rp 156 triliun. Besar ekspor tersebut mencapai sekitar 30 persen dari PDRB Jawa Barat setiap tahunnya. Dengan demikian pengaruh perdagangan internasional fluktuasi nilai dolar dan daya saing komoditi ekspor sangat berperan terhadap PDRB Jawa Barat.

Permodalan asing khususnya PMA dalam tiga tahun ini menunjukkan bahwa Jawa Barat masih merupakan provinsi yang paling diminati investor. Berdasarkan laporan BKPM di tahun 2007 nilai investasi Jawa Barat meningkat dengan total nilai Rp 23,54 triliun di bandingkan pada tahun 2006 yang hanya Rp 18,37 triliun. Untuk melihat perkembangan investasi, khususnya pembentukan barang modal tetap bruto dapat dilihat dari PDRB penggunaan. Adapun daerah yang memberikan kontribusi besar dalam pembentukan barang modal tetap bruto adalah daerah : Kota Bandung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Karawang. Dilihat dari institusi pelaku PMTB terbagi empat yaitu : Swasta, rumah tangga, BUMN dan BUMD serta Pemerintah. Dengan demikian selain para investor swata, pemerintah diharapkan dapat memperbesar porsi pengeluarannya untuk barang modal. Belanja pemerintah dalam bentuk barang modal (terutama infrastruktur) menjadi stimulus yang mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi pembangunan ekonomi.

Sisi konsumsi RT memperlihatkan perkembangan yang terjadi sebagai akibat dari perubahan gaya hidup dan perilaku konsumsi dari sebagian besar masyarakat modern. Hal ini mendorong para produsen untuk meningkatkan produksinya baik secara kuantitas maupun kualitas yang pada gilirannya juga akan mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Konsumsi Rumahtangga di Jawa Barat mengambil porsi terbesar dari PDRB, di atas 60 persen. Konsumsi Masyarakat untuk jenis konsumsi makanan pada tahun-tahun ini memberikan kontribusi yang makin membesar pada makanan jadi. Maraknya kedai, rumah makan, restoran yang bersifat lokal, nasional dan internasional makin memanjakan warga Jawa Barat dalam mengkonsumsi makanan jadi terutama di daerah perkotaan.

Konsumsi non makanan yang meningkat sangat cepat adalah konsumsi akan kendaraan terutama motor beroda dua. Kemudahan dalam memperoleh motor serta kebutuhan akan barang ini menjadikan konsumsi akan barang ini sangat tinggi. Konsumsi non makanan secara keseluruhan juga makin bertambah porsinya terhadap konsumsi rumah tangga.

Perubahan stok menjadi cukup penting dalam struktur ekonomi terutama setelah adanya rush dan berbagai krisis pangan di Indonesia karena ini akan mempengaruhi stabilitas harga secara keseluruhan. Harga yang tidak stabil serta distribusi penjualan yang terganggu menyebabkan terganggunya konsumsi rumahtangga lebih jauh akan berpengaruh terhadap kestabilan sosial masyarakat. Pengaruh Nasional dan Regional turut mewarnai proses ekonomi Jawa Barat pada faktor ”demand”. Regulasi pada investasi, peraturan ketenagakerjaan, UMR, tersedianya infrastruktur yang memadai, kemudahan birokrasi, tingkat keamanan wilayah. Hal-hal yang berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi ini ternyata bukan hanya faktor-faktor ekonomi, tetapi berbagai faktor seperti yang disebutkan di atas.

Untuk Informasi lebih lengkap tentang PDRB Penggunaan Tahun 2007 silahkan download file-file dibawah ini:

BAB I PENDAHULUAN

BAB II METODOLOGI

BAB III  TINJAUAN EKONOMI REGIONAL MENURUT PENGGUNAAN

LAMPIRAN

Untuk Keseluruhan download file zip dibawah ini:

PDRB Pengunaan 2007.zip