Pariwisata
Peran sektor pariwisata dalam perekonomian Kabupaten Tasikmalaya, belum menunjukan kontribusi yang proporsional dengan potensi pariwisata yang dimiliki. Kontribusi sektor pariwisata Kabupaten Tasikmalaya terhadap PDRB masih jauh dari harapan.
Secara makro sektor pariwisata merupakan industri yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang cepat melalui: penyediaan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan dan taraf hidup, serta secara simultan dapat mengaktifkan sektor-sektor produksi lain, sehingga pariwisata sering disebut lokomotif perekonomian.
Pengembangan pariwisata seperti layaknya pengembangan usaha lain, yakni harus mempertimbangkan selera pasar yang potensial menjadi demand. Produk-produk yang berorientasi pasar (Customer Oriented) dengan mempertimbangkan daya dukung sumberdaya dan lingkungan yang optimal akan mampu mencapai konsumer dan kualitas produk yang proposional serta mampu memberikan kontribusi pendapatan yang maksimal.Beberapa peluang investasi untuk mengembangkan pariwisata Kabupaten Tasikmalaya, antara lain:
Penataan objek dan daya tarik wisata secara fisik untuk dikelola, dikemas dalam satu paket wisata.
Pendirian biro usaha perjalanan wisata, yang bekerjasama dengan pengelola tempat wisata.
Pendirian sarana penunjang pariwisata yang berupa hotel dan restoran serta usaha lain yang berkaitan erat dengan industri pariwisata, seperti toko souvenir, kerajinan dan lain-lain
Gunung Galunggung
Gunung Galunggung merupakan gunung berapi dengan ketinggian 2.167 m di atas permukaan laut, terletak sekitar 17 km dari pusat kota Tasikmalaya Berlokasi di Desa Linggajati Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya. Setelah terakhir meletus pada Tahun 1982, Panorama alam di sekitar Gunung Galunggung saat ini sangat mempesona. Kawah yang dulu memuntahkan lahar panas, pasir dan bebatuan, kini telah berwujud menjadi semacam danau luas, bening, berair dan tenang serta dikelilingi hutan hijau yang asri.
Terdapat beberapa daya tarik wisata yang ditawarkan antara lain: obyek wisata dan daya tarik wanawisata dengan areal seluas kurang lebih 120 hektar dibawah pengelolaan Perum Perhutani, berupa air terjun dan kawah. Pengunjung diijinkan mengunjungi kawah Galunggung, dan dapat mencapai kawah dengan meniti tangga permanen dengan jumlah anak tangga sebanyak 620 buah. dan kawah ini bisa dijadikan tempat wisata rekreasi air dan tempat pemancingan.
Obyek wisata lainnya seluas kurang lebih 3 hektar berupa pemandian air panas (cipanas) lengkap dengan fasilitas kolam renang, kamar mandi dan bak rendam air serta tersedia juga tempat bermain anak, panggung hiburan, saung ranggon tempat botram (makan-makan), kios wisata, juga arena camping.
Untuk menuju kawasan Galunggung, terdapat tiga alternatif jalan yang dapat ditempuh, yaitu :
A. PROSPEK PASAR
Kebanyakan pengunjung obyek wisata Galunggung adalah wisatawan lokal, sementara wisatawan dari mancanegara masih dibawah hitungan 100 orang rata-rata per tahun. Rata-rata wisatawan dalam maupun luar negeri yang berkunjung ke Gunung Galunggung berjumlah 213.382 orang per tahun.
Melihat potensi dayatarik yang mungkin digali, serta posisi geografis yang cukup strategis, serta memiliki kekhasan dari kondisi alamnya obyek wisata Gunung Galunggung cukup potensial untuk dijual kepada wisatawan mancanegara. Namun obyek wisata tersebut belum dikemas dalam paket wisata yang profesional.
B. PELUANG INVESTASI
Masih banyak peluang obyek dan dayatarik wisata yang dapat digali dari Gunung Galunggung, mengingat fasilitas yang tersedia saat ini masih minim, sehingga masih terbuka luas untuk dikembangkan. Peluang investasi dalam rangka pengembangan obyek wisata Gunung Galunggung dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
Sumber Artikel (http://www.tasikmalayakab.go.id)