Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    50 % PPL Akan Pensiun, Pertanian Terancam

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9448.jpg

    SINDANG 13/08/2014 – Para PNS yang berfrofesi sebagai Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) akan segera habis di Kabupaten Indramayu. Tentu saja pensiunnya para PPL ini akan mengancam sector pertanian di Kabupaten Indramayu sebagai daerah dengan sector pertanian terbesar di Jawa Barat.

    Hal tersebut ditegaskan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian (BKPPP) H. Warjo, SH.MM dihadapan karyawan BKPPP, para PPL, ketua KTNA, HKTI, dan lainnya ketika berlangsung kegiatan Halal bi Halal, Rabu (13/08/2014) di kantor setempat.

    Menurut Warjo,  saat ini di Kabupaten Indramayu sebagai daerah pertanian hanya memiliki tenaga PPL PNS sebanyak 125 orang. Jumlah ini terus berkurang dan sampai tahun 2018 mendatang PPL PNS hanya tersisa 60 orang  karena mereka pensiun. Saat ini untuk menutupi kekurangan tenaga PPL itu terdapat 134 tenaga harian lepas yang didayagunakan sebagai PPL. Padahal idealnya sebagai daerah agraris Kabupaten Indramayu harus memiliki 317 PPL yang disesuaikan dengan desa/kelurahan.

    “Selain keterbatasan tenaga PPL, para PPL yang ada saat ini harus ada peningkatan kualitas melalui pendidikan dan pelatihan. Sayangnya pendidikan dan pelatihan PPL masih sangat minim,” kata Warjo.

    Sumbang 2,5 Triliun

    Semakin berkurangnya jumlah PPL tersebut tentu saja merupakan ancaman bagi kualitas dan kuantitas pertanian di Indramayu. Potensi pertanian di Indramayu saat ini bisa menyumbangkan 2,5 triliun per tahun. Dengan asumsi target produksi mencapai 1,63 juta ton dan harga jual mencapai 4.5 juta per hektar maka pertanian Indramayu mencapai 2,5 triliun.

    “Jumlah itu hanya baru dari sector pertanian, belum lagi ditambah sector lainnya seperti perikanan, hortikultura, kehutanan dan perkebunan jumlah bisa mencapai lebih dari itu. Seharusnya sector pertanian itu harus mendapatkan perioritas yang utama. Kabupaten Bogor saja yang pertaniannya dibawah Indramayu anggarannya mencapai 45 miliar, namun anggaran kami BKPP Indramayu hanya 3 miliar,” katanya.

    Sementara itu Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah yang berkesempatan itu hadir mengatakan, semakin berkurangnya jumlah PPL di Kabupaten Indramayu terus menjadi perhatian serius dirinya. Namun demikian setiap kali meminta tambahan untuk formasi PNS untuk tenaga PPL jumlahnya sangat minim.

    Bersama dengan Wakil Bupati Indramayu H Supendi dirinya terus memiliki komitmen untuk terus melanjutkan pembangunan termasuk sector pertanian yang menjadi andalan terbesar di Kabupaten Indramayu. Meskipun saat ini pihaknya memiliki perioritas dibidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan namun secktor pertanian juga mendapatkan perhatiannya.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus