Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sebanyak 19 Kecamatan di Kab.Bandung, Rawan Bencana

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8371.jpg

    BANDUNGKAB-Sebagai daerah rawan bencana nomor empat di Indonesia, Kabupaten Bandung hingga kini masih terus berupaya melakukan berbagai langkah penanganan bencana secara maksimal. Salah satunya menyusun dokumen rencana kontijensi menghadapi bencana banjir.

    Dalam dokumen yang disusun BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kab. Bandung dan IOM (International Organization for Migration) tersebut, diskenariokan Kabupaten Bandung mengalami banjir di 19 kecamatan dari 31 kecamatan yang ada. Ke 19 kecamatan tersebut, masing-masing Kec. Cileunyi, Rancaekek, Solokanjeruk, Majalaya, Ibun, Paseh, Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Banjaran, Pameungpeuk, Kutawaringin, Katapang, Ciparay, Margahayu, Cangkuang, Cicalengka, Soreang dan Kec. Margaasih. Sedangkan jumlah desa yang terdampak banjir diperkirakan mencapai 79 desa.

    “Dokumen ini disusun sebagai pedoman penanggulangan bencana banjir tahun 2014 yang diaktifkan sesuai syarat, kriteria dan aturan yang telah ditetapkan". Saya harapkan, dokumen ini mampu menjadi dasar memobilisasi sumber daya para pemangku kepentingan pada saat tanggap darurat bencana” kata Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH, S.Ip saat membuka Sosialisasi dan Legislasi Dokumen Rencana Kontijensi Banjir di Kabupaten Bandung yang berlangsung di Hotel Sutan Raja-Soreang, Rabu (26/2).

    H. Dadang M. Naser mengakui, pada musim penghujan tahun 2013 wilayah genangan banjir sudah jauh berkurang dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menurutnya sebagai dampak dilakukannya pengerukan aliran Sungai Citarum serta pembuatan Leuweung Sabilulungan di seputar Kecamatan Kertasari sebagai daerah hulu Sungai Citarum. “Kedua langkah ini sedikit demi sedikit sudah terlihat hasilnya, contohnya Kampung Cieunteung di Baleendah yang biasanya menjadi langganan banjir, sekarang bisa terhindar dari banjir” kata H. Dadang M. Naser.

    Langkah lain yang segera ditempuh untuk menanggulangi banjir, diantaranya pembuatan “Embung” atau danau kecil untuk menampung aliran Citarum, disamping pembuatan sumur resapan dimasing-masing desa. “Untuk itu, saya minta kepada masing-masing desa agar segera membuat sumur resapan di daerahnya  yang didanai dari ADPD atau alokasi dana pembangunan desa” pintanya.

    Dalam dokumen kontijensi banjir, diasumsikan jumlah jiwa yang terdampak banjir sebanyak 1.284.549 orang. Sedangkan panjang jalan yang mengalami kerusakan akibat banjir tersebut, diperkirakan mencapai 46 kilometer. Sementara luas areal pertanian yang terdampak banjir, diperkirakan mencapai 1578,5 Ha dan gagal panen alias puso seluas 57 Ha.

    “Data tersebut merupakan asumsi kita jika terjadi banjir di 19 kecamatan, dan ini merupakan hasil hitungan yang paling logis” ungkap Kepala BPBD Kab. Bandung Marlan, S.Ip, M.Si.

    Diungkapkan pula, dokumen kontijensi banjir menguraikan pula tentang peran dan fungsi dari masing-masing dinas/ instansi dalam menghadapi bencana banjir. Disamping penentuan beberapa titik pengungsian.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus