Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Guru BK Diperlukan Untuk Atasi Demoralisasi Siswa

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8214.jpg

    BOGORKOTA-Jika dicermati, saat ini beragam kasus kenakalan siswa semakin meningkat. Katakanlah mulai dari tawuran, penyalahgunaan narkoba, pornografi, dan segala bentuk demoralisasi lainnya. Padahal harapannya utamanya melalui dunia sekolah, anak akan menjadi lebih baik. Kalau awalnya bermasalah, dengan sekolahlah anak bisa berubah dengan memiliki berbagai prestasi sesuai bakatnya. Namun fakta justru menunjukkan kondisi yang kontradiktif. Sementara itu dalam proses pembelajaranpun, tidak sedikit guru yang masih mengeluh dengan perilaku siswa yang dianggapnya kurang bersemangat dalam belajar.
     
    Melihat kenyataan inilah,  bersama Universitas Trilogi, Dinas Pendidikan Kota Bogor pada Sabtu (15/2) nanti, akan mengadakan pembinaan dan motivasi kepada seluruh guru Bimbingan Konseling (BK) SMA/SMK se-Kota Bogor. 

    Sebagaimana yang disampaikan oleh  Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Dra. Hj. Fetty Qondarsyah, memang pelatihan guru BK sangat diperlukan agar mereka lebih menjalankan tugasnya dengan maksimal.
     
    “Pelatihan untuk guru BK memang sangat dibutuhkan sekali , keberadaan guru BK, baik di sekolah negeri, apalagi swasta kadang tidak memadai. Oleh karena itu sangat perlu sekali pembinaan dan pelatihan terhadap mereka”tuturnya saat menerima kunjungan Rektor Universitas Trilogi bersama para dosennya di ruang rapat Dinas Pendidikan Kota Bogor Rabu (5/2) lalu.

    Sepakat dengan yang disampaikan kepala dinas, Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin menambahkan, "sepakat dipilihnya guru BK sebagai sasaran pembinaan". Walaupun guru lainnya juga bertanggung jawab terhadap siswa. Akan tetapi guru BK mempunyai peranan khusus.
     
    “Semua guru harus bertanggung jawab terhadap siswa di sekolahnya, tetapi guru BK mempunyai peran khusus. Oleh karena itu, peranan guru BK harus dibangkitkan lagi, mengingat saat ini, kadangkala keberadaan guru BK di sekolah antara ada dan tiada” jelas Rektor Trilogi.
     
    Menurut Fetty Qondarsyah, sebagainama yang tertera dalam data nasional mengenai guru BK, saat ini Indonesia sedang kekurangan lebih dari 100.000 guru BK. Dengan kekurangan ini, banyak sekolah yang tidak memiliki guru BK. Kalaupun memiliki, guru BK diambil oleh guru pengajar mata pelajaran lain dan kadang sifat kerjanya hanya formalitas.
     
    Kedepan, melalui kegiatan pembinaan guru BK yang akan dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Bogor yang bekerjasama dengan Universitas Trilogi Jakarta ini akan terus  berkelanjutan. Artinya tidak berhenti setelah pelatihan saja, demikian janji Hj.Fetty Qondarsyah. 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus