Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    HUT Ke-59, Museum KAA Luncurkan Buku “KAA di Mata Pelakunya”

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_7921.jpg

    BANDUNG- Berbeda dengan peringatan tahun-tahun sebelumnya, dalam rangka peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang ke-59 pada 2014 mendatang, pengelola Museum Konferensi Asia Afrika (KAA), berencana meluncurkan sebuah buku berjudul “KAA di Mata Pelakunya”.
     
    Sulhan Syafi'I, selaku penulis buku “KAA di Mata Pelakunya” mengatakan, buku yang akan diterbitkan bertepatan pada puncak HUT KAA ke-59 pada 24 April 2014 mendatang, akan merekonstruksi seperti peristiwa KAA dari kacamata para pelakunya.
     
    “Ada berbagai peristiwa saat konferensi, suasana serta sisi-sisi humanis saat penyelenggaraan KAA di tahun 1955 lalu. Berbagai kalangan akan mengungkapkan hal-hal menarik yang hingga saat ini belum terungkap,” ucap Sulhan, dalam jumpa pers di Museum K menAA, Jalan Asia Afrika, Jumat (20/12).
     
    Menurut Sulhan, buku yang rencananya dibuat dalam 200 halaman ini, akan melibatkan sekitar 30 narasumber berbagai kalangan yang terlibat langsung dalam KAA tahun 1955 lalu.
     
    “Tim masih terus mencari mereka yang terlibat dalam KAA untuk diwawancarai, yang nantinya bisa memperkaya buku tersebut agar lebih menarik,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Museum KAA Thomas A Siregar mengharapkan, buku tersebut bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat, bahwa banyak yang terlibat dalam KAA pada 59 tahun silam yang tidak diketahui oleh masyarakat.

    "Buku KAA di Mata Pelakunya, ini mengajak pembacanya untuk mengetahui bahwa konferensi yang dihadiri oleh 29 negara tersebut telah melibatkan banyak orang dan ini membuktikan bahwa kita mampu untuk menyelenggaran konferensi sebesar itu di tengah-tengah gejolak politik pada waktu itu,” tuturnya.
     
    Menurut Thomas, buku yang rencana peluncurannya akan dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Martin Natalegawa, nantinya akan dibagikan ke sekolah-sekolah dan generasi muda.
     
    “Dengan bahasa yang ringan dan mudah dicerna oleh siapapun yang membacanya, anak-anak sekolah tidak akan sulit untuk memahami isi dari buku tersebut. Ini sama dengan buku sejara tapi ditampilkan dengan ringan,” ucapnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus