Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur: Fatayat NU Wujud Pengakuan Hak-Hak Perempuan

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_3515WEB.jpg
    BANDUNG-Pelantikan fatayat NU 2013-2018 dan Raker I Fatayat NU, berlangsung  di Aula Barat Gedung Sate (8/12). Kegiatan tersebut, dihadiri dan dikukuhkan  Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan.
     
    Gubernur, dalam sambutannya memaparkan, keberadaan organisasi perempuan seperti Fatayat NU merupakan wujud pengakuan atas hak-hak perempuan. Pemprov.Jabar mendorong partisipasi perempuan termasuk partisipasi yang diwadahi dalam organisasi perempuan. 
     
    Menurut Guberbur, fakta menunjukan bahwa tingkat pendidikan perempuan lebih rendah dari pada laki-laki. Demikian pula kemiskinannya lebih besar jumlahnya dari kalangan laki-laki. Hal ini, disebabkan adanya paradigma masa lalu yang berpandangan "setinggi apapun pendidikan yang dimiliki perempuan akan kembali ke dapur". Paradigma pandangan  ini harus diubah   melalui kebijakan di bidang politik antara lain dalam hal pencalegan anggota dewan yang mewajibkan 30 persen kuota untuk perempuan. Itu langkah maju untuk mendorong hak-hak partisipasi perempuan dalam pembangunan.
     
    Gubernur mengingatkan, bagi perempuan yang sudah mempunyai peran bagus dalam mewujudkan hak-haknya tetap tidak melupakan kewajibannya dalam mengurus rumah tangga terutama dalam mendidik dan mengawasi anak-anaknya.
     
    Dikatakan Gubernur, lama rata-rata pendidikan perempuan di Jabar dalam 5 tahun terakhir terus meningkat . Ini menunjukan secara bertahap masalah perempuan  dalam hal akses pendidikan yang terbatas sudah mulai teratasi.
     
    Untuk kondisi pendidikan secara umum, Partisipasi SLTA  5 tahun terakhir di Jabar meningkat. Di tahun 2008 partisipasi sekolah di tingkat SLTA  hanya 49 persen. Sekarang sudah meningkat menjadi 71 persen, ujar gubernur.
     
    Sementara itu, Ketua Fatayat NU Jabar, Yayah Fajriah dalam laporannya memaparkan Fatayat NU siap membuat program kerja yang berorientasi pada penyelesaian masalah yang dihadapi perempuan saat ini dalam rangka mendukung program pembangunan di Jabar.
     
    Masalah yang dihadapi perempuan kemiskinan dan pendidikan sehingga Fatayat harus berfungsi sebagai pusat pendidikan untuk perbaikan SDM. Fatayat, juga mendorong partisipasi perempuan dalam pengambilan kebijakan publik.
     
    Yayah, dalam keterangannya kepada wartawan secara terpisah menambahkan, ke depan Fatayat NU siap bekerja sama dengan pemerintah dalam program pemberdayaan perempuan. 
     
    Di sisi lain, Pembina Fatayat NU Jabar, Hj Iemas Masitoh, mengatakan program pemmbinaan mental juga siap diwujudkan di Fatayat NU. Program pemberdayaan siap diwujudkan di semua bidang pembangunan. Masalah krusial yang diminta segera diselesaikan diantaranya pendidikan dan perbaikan ekonomi, demikian Iemas.(Nur)
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus