Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Netty Prihatin , Tingginya Angka Kematian Akibat Rokok  

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/Hj.Netty-Prasetyani_5_.jpg

    BANDUNG-Ketua Aliansi Sahabat Perempuan dan Anak (ASPA) Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan mengungkapkan dirinya hanya ingin menggerakkan hati para perokok tentang bahaya  merokok. Menurutnya merokok memang hak pribadi namun harus diingat bahwa hak

    t ersebut dibatasi hak orang lain yang tidak merokok. 
     
    Selain itu akibat merokok, saat ini ada sekitar 54 juta kematian akibat merokok aktif dan 600 ribu akibat perokok pasif. Hal itu ditegaskannya dalam Diskusi Hari Tanpa Tambakau Sedunia  2012 di Gedung Negara Pakuan, Jl Otto Iskandardinata No.1 Kota Bandung, Jumat (1/6).
     
    “Tingginya angka kematian yang disebabkan rokok cukup tinggi. Sehingga memunculkan keprihatinan semua pihak. Apalagi dalam beberapa tahun ini terjadi kecenderungan penurunan usia perokok. 
     
    Sehingga tidak heran banyak anak-anak di bawah umur sudah mulai merokok,” tegas Netty di hadapan ratusan peserta Diskusi
    yang berasal dari sejumlah organisasi massa, lembaga swadaya masyarakat dan siswa sekolah menengah. Mereka antusias mendengar paparan yang disampaikan Netty. Diakhir acara para peserta melakukan Deklarasi Generasi Muda Jawa Barat  Sehat Tanpa Rokok.
     
    Dalam acara yang menampilkan Dialog dan talkshow "Lindungi Diri, Selamatkan Generasi. Ayo Lakukan!" itu, Netty meminta semua pihak untuk serius  mengatasi dampak bahaya merokok. Tentunya dengan cara sosialiasi bahaya merokok  yang diberikan kepada para remaja sejak dini. 
     
    Hadir dalam acara tersebut  sejumlah narasumber perwakilan Komnas Anak Lisda Sundari dan Jaringan Nasional Pengendalian Tembakau, Sri Utari.  
     
    Netty pun memaparkan sejumlah ironi merokok dalam kehidupan keseharian.  "Saya sering menemukan banyak kasus gizi buruk, yang ternyata orang tuanya memilih  untuk membeli rokok bagi dirinya. Mereka tidak peduli dengan kebutuhan dan  kecukupam gizi keluarga, khususnya anak-anak. Hal ini merupakan keprihatinan, bahwa kita berharap masyarakat yang tidak semuanya memiliki daya beli yang 
    tinggi tentu bisa mendefinisikan mana kebutuhan primer dan sekunder,” ujar Netty 
     
    Di sisi lain Netty menegaskan bahwa dirinya tidak dalam posisi memojokan  perokok.  Tapi sengaja ingin menggerakkan hati para perokok untuk memahami bahwa udara yang kita hirup bersama ada hak orang lain yang ingin merasakan segarnya udara bersih.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus