Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Masyarakat Harus Bijak Bermedia Sosial

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_32076.jpg

    KAB. GARUT-Jumlah penduduk Indonesia yang saat ini mencapai lebih dari 143 juta jiwa, tercatat lebih dari separuhnya, yaitu 54,68 persen terhubung dengan internet, baik untuk keperluan pekerjaan maupun hiburan, dan menempati urutan ke-5 di dunia. 

    Namun menurut Deni Yudiawan yang merupakan Managing Editor Harian Umum Pikiran Rakyat, penetrasi internet yang tinggi di Indonesia ini tidak diimbangi dengan kemampuan bersikap kritis terhadap informasi yang beredar di internet.

    "Kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis masih kurang," ucapnya.

    Deni menyatakan, ada banyak hal seorang individu lebih mudah termakan hoaks atau berita sesat, salah satunya adanya kedekatan individu dengan informasi yang mereka terima, meski banyak dari individu lain tidak percaya dengan informasi tersebut.

    "Orang cenderung percaya hoaks jika informasinya sesuai dengan opini atau sikap yang dimiliki," kata Deni, usai memberikan materi diacara sosialisasi JSH di Ruang Rapat Citarum eks Kantor Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Wilayah IV, Kab. Garut, Rabu (06/03).

    Deni mengatakan, sebagian besar berita maupun informasi hoax yang banyak beredar di masyarakat lebih banyak terkait dengan masalah kesehatan, makanan yang berhubungan dengan penyebab kangker, masalah politik hingga masalah bencana.

    "Kita di kalangan jurnalis harus hati-hati dengan informasi-informasi tersebut. Kita harus menunggu hingga 1 jam untuk memastikan informasi tersebut benar atau tidak, sebelum kita share," ujarnya.

    Deni menghimbau kepada masyarakat untuk lebih banyak membaca berbagai informasi yang ada dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar serta kenali perangkat yang kita gunakan khususnya handphone sebagai perangkat yang kita gunakan untuk berseluncur di dunia maya.

    "Jadilah orang pintar, kenali kontennya, kenali perangkatnya, kita harus membedakan misinformasi dan disinformasi," tuturnya.

    Sementara itu, Janur M. Bagus pembicara dalam sosialisasi JSH yang juga Ketua Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) menyatakan, dengan berbagai program yang ada, pihaknya terus berupaya mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi atau berita yang diterimanya.

    "Cek dan ricek terhadap sebuah berita harus dilakukan sebelum kita mempercayainya dan jangan mudah untuk share kepada orang lain dari berita yang kita terima sebelum diketahui kebenarannya," tegasnya.

    Janur berharap, masyarakat bisa aktif, peduli, peka dan memahami berbagai informasi yang diterima sehingga dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan bagi kepentingan pribadi, kelompok, masyarakat dan bangsa.

    "Visi kita ingin masyarakat inovatif dalam meningkatkan nilai ambang bagi masyarakat melalui pendayagunaan informasi dan komunikasi dalam rangka mencapai masyarakat informasi yang sejahtera," tuturnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus