Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bupati Garut Terima Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat Tingkat Wilayah IV Priangan Barat

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_30577.jpg

    GARUT-Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Wilayah V Provinsi Jabar, Senin (5/11), berkunjung ke Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Pembina (Kecamatan Tarogong Kidul) dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Darur Abror (Kecamatan Tarogong Kaler). 

    Sebelumnyam kedatangan tim penilai disambut langsung Bupati Garut H. Rudy Gunawan, SH., MH., MP, didampingi Pejabat Sementara Sekretaris Daerah, Yatie Rohayati, dihadiri para kepala SKPD, termasuk dua orang kepala sekolah dan dua orang camat yang akan dinilai, termasuk pejabat senior TP UKS Provinsi Jawa Barat, Teddy Hidayat

    Bupati Garut H. Rudy Gunawan saat menerima tim yang diketuai Tito Suharwanto, S.Pd, S.IP, M.Si, menyatakan rasa bangganya dengan prestasi yang telah diraih Kabupaten Garut, apalagi tahun 2018, melalui perwakilannya dari SMAN 1 Garut telah meraih prestasi Juara I Best Achievement LSS Tingkat Nasional baru-baru ini. “Sekarang kami memiliki dua sekolah yang akan dinilai hari ini; TK Negeri Pembina dan SDIT Darur Abror, berharap mengikuti pretasi yang telah diraih SMAN 1 Garut,” kata Bupati Rudy penuh optimis.

    Bupati Rudy menyatakan, Pemkab Garut tahun 2019 mengalami penambahan ijazah, diantaranya untuk Paket A sebayak 900 ijazah, Paket B 2.900 ijazah, dan Paket C 7.000 iazah, di mana dengan penambahan ini diharapkan ada lonjakan signifikan dalam upaya meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) terutama angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang saat ini baru mencapai 7,2 point di bawah rata-rata Jawa Barat. “Untuk itu DAK (Dana Alokasi Khusus) untuk pembangunan fisik di bidang pendidikan tahun 2019 naik 40 % menjadi 66 milyar rupiah,” kata bupati. Menurutnya, langkah ini sebagai bukti komitmennya dalam meningkatkan IPM dari sektor pendidikan dan kesehatan.

    Bupati mencontohkan bagaimana pembangunan gedung sekolah harus dilengkapi sarana toilet yang memadai serta didukung lingkungan yang sehat. “Sekolah harus dibuat menyenangkan serta dibangun fondasi akhlak dan budi pekerti agar kelak anak-anak memiliki karakter baik,” tegasnya.  Bupati bahkan telah mencanangkan Program HP Tidak Masuk Sekolah. Diharapkan selama belajar pagi hingga sore, tidak ada seorang anakpun yang membawa HP. Ia mengingatkan, bila ditemukan ada siswa membawa HP, tidak segan-segan akan mempertimbagkan kembali jabatan kepala sekolah bahkan hingga kepala dinas pendidikan. “Bila nanti ada siswa membawa HP, jangan siswanya yang kena sanksi, tapi kepala sekolahnya,” ujarnya.

    Sementara itu Teddy Hidayat, mewakili tim, menyatakan apresiasinya kepada Bupati Garut yang memiliki komitmen kuat terutama keberpihakannya kepada pendidikan dan kesehatan, termasuk Program HP Tidak Masuk Sekolah (SD/SMP) yang dinilainya sebagai bukti perhatian bupati kepada pendidikan berkaitan dengan dampak negatif penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

    Tim selama satu hari penuh akan melihat langsung kondisi riil di lapangan. Tim selanjutnya akan mengevaluasi kabupaten/kota yang telah dikunjungi, di mana bersama Kabupaten Garut dalam wilayah IV Priangan Barat, turut dinilai adalah Kota Cimahi dan Kota Bandung.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus