Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bandung Dilanda Kekeringan, PDAM Tirtawening Pasok Air Bersih di 31 Lokasi

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_30283.jpg

    BANDUNG-Dua minggu terakhir kondisi volume air menurun hingga 400-500 liter per detik sehingga semakin kritis persediaan air bersih untuk kota Bandung. Melihat kondisi itu, PDAM Tirtawening Kota Bandung akan memasok air bersih secara gratis di 31 lokasi. 

    Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi mengaku volume air baku itu tidak bisa diprediksi akan memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kurun waktu berapa lama. 

    "Gambaran kondisi umum air baku sudah semakin memburuk karena dua minggu terakhir kapasitas penampungan air di situ Cipanunjang kekeringan. Sampai hari ini belum ada air hujan yang cukup berarti kondisinya semakin memburuk," kata Sonny kepada wartawan di jl Industri Dalam Bandung, Kamis sore (11/10/2018).

    Semakin berkurangnya volume air baku mengakibatkan sejumlah pasokan air bersih ke para pelanggan PDAM semakin berkurang. Meskipun, kata Sonny, mereka tidak melakukan komplain ke PDAM, dipastikan para pelanggan memiliki sumber air lain. 

    "Hampir semua pasokan air ke 177 ribu pelanggan di kota Bandung akan terganggu, terutama 40 persen pelanggan akan mengalami kekurangan air," ujarnya.

    Sonny menambahkan kondisi tersebut belum bisa dikatakan sebagai krisis air. Sebab, pihaknya belum bisa menentukan standar ketersediaan air sehingga bisa dikatakan krisis pada suatu wilayah. 

    Dalam mengatasi kekeringan ini, PDAM Tirtawening Kota Bandung sebagai operator pasokan air bersih bagi masyarakat akan mensosialisasikan secara masif penghematan air. Selain itu, mensuplai kebutuhan air masyarakat dengan menggunakan mobil tangki maupun pick up. 

    Sosialisasi juga dilakukan untuk mendapatkan solusi dan bantuan baik dari kalangan legislatif maupun investor sehingga pasokan air bagi masyarakat kota Bandung kembali normal meskipun di tengah musim kemarau panjang. 

    "Mudah-mudahan bisa ada solusinya, karena secara teknis kita hanya terkendala oleh ketersediaan air baku saja," imbuhnya.

    Sonny menambahkan pihaknya selama empat bulan terakhir memberikan bantuan ke wilayah jln Industri kota Bandung seiring dengan matinya sumur artesis. Ia menuturkan, PDAM Tirtawening Bandung bisa melakukan pengiriman langsung pasokan air bersih ke rumah warga sekitar 70-80 mobil tangki dan 50-60 unit mobil bak.

    "Tentunya kita layani sekemampuan kita. Hari ini sudah menerjunkan 17 unit mobil tangki dan 12 unit mobil bak dengan kapasitas 2 ribu liter dan tangki 5 ribu liter," jelasnya.

    Rencannya ke depan, PDAM Tirtawening akan melakukan pengeboran sehingga warga kembali mendapatkan pasokan air bersih dari pipa PDAM. Ia mengaku, biaya pengeboran tersebut jauh lebih efisien bila dibandingkan dengan menggunakan mobil. 

    "Terus terang ketika kita melakukan pelayanan dengan mobil tangki biaya operasional PDAM menjadi lebih mahal sekitar Rp180 juta. Sedangkan dengan pengeboran sumur artesis bisa setengahnya," ujarnya.

    Berkenaan dengan rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang akan membuat danau retensi, Sonny berharap ke depannya dengan adanya danau tersebut bisa mengatasi kekeringan di kota Bandung selama musim kemarau.

    "Mudah-mudahan nanti adanya danau retensi bisa membantu pasokan air bagi warga jika terjasi musim kekeringan seperti sekarang," pungkasnya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus