Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pengembangan Industri Katalis Dukung Kemandirian Energi Nasional

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_30272.jpg

    BANDUNG–Keberhasilan ITB dan Pertamina dalam membuat industri katalis menjadikan harga katalis di dunia mengalami penurunan. Hal ini tentu meringankan Pertamina karena katalis dibutuhkan dalam memproduksi bahan bakar minyak.

    Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalis (TRK) Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama dengan PT Pertamina berhasil memproduksi katalis yang dapat digunakan untuk kalangan industri, khususnya industri bahan bakar.

    Menristekdikti Mohamad Nasir meresmikan peluncuran sebanyak 17 ton katalis yang dinamakan PK 230 TD yang akan digunakan pada kilang RU-IV Cilacap.

    Rektor ITB Kadarsyah Suryadi mengatakan tahun ini  berhasil membuat paten katalis yang bisa diproduksi bersama dengan Pertamina.

    “Katalis ini menjadi produk impor yang dibutuhkan oleh Pertamina. Dengan keberhasilan ini maka penggunaan katalis produksi dalam negeri sudah bisa dilakukan,” katanya di ITB, Jalan Tamansari Kota Bandung, Kamis (11/10/10).

    Menurutnya, beberapa tahun lalu, harga katalis bahkan mencapai USD 22, namun dengan keberhasilan ITB membuat katalis, harga menjadi turun bahgkan mencapai USD 10 per kilogramnya. Selain menjadi lebih murah, kebutuhan katalis pun kini sebagian bisa dipenuhi dari dalam negeri.

    Sementara itu Menteri Riset dan Dikti Mohamad Nasir mengatakan keberhasilan riset yang bisa dihilirisasi menjadi produk katalis ini harus didukung pula oleh kemudahan regulasi, ketersediaan bahan baku, dan perlindungan keamanan dari pemerintah.

    Katalis yang dihasilkan ITB dan Pertamina ini mampu merubah produk minyak sawit mentah menjadi bahan bakar hijau yang lebih ramah lingkungan atau bio fuel. Sehingga ke depan, produk minyak sawit akan lebih diarahkan untuk peningkatan produksi bahan bakar ramah lingkungan. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus