Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    PD. PPJ Kota Bogor Siap Tempatkan PKL Dewi Sartika

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_28581.jpg

    KOTABOGOR- Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ)  Kota Bogor bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor serta PT. Javana siap menempatkan Pedagang Kaki Lima (PKL) jalan Dewi Sartika untuk mengisi kios di Blok A dan Blok B Pasar Kebon Kembang. 

    “Kami dari PD Pasar siap untuk menerima teman-teman (PKL Dewi Sartika) masuk ke Blok A dan B. Tinggal kita menerima siapa saja yang akan menempatinya sesuai hasil kocokan supaya tempatnya jelas dimana saja,” kata Dirut PD. PPJ Kota Bogor Andri Latif Asikin saat menghadiri Rapat Koordinasi (rakor) lintas OPD di lingkungan Pemkot Bogor dan unsur Muspida di Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Kamis (21/06/2018).

    Dia menjelaskan,  seminggu ini pihaknya sudah memaksimalkan terkait kebersihan dan kondisi pasar demi kenyamanan para pedagang yang akan melihat lokasi kios. Menurutnya Blok A dan Blok B Pasar Kebon Kembang nyaman dan sangat layak untuk ditempati dibandingkan berjualan di bahu jalan dan di trotoar. 

    “Kami juga menekankan kepada para pedagang bahwa mereka bukan diusir tetapi mereka ditingkatkan statusnya dari PKL menjadi pedagang pasar resmi,” ujarnya. 

    Untuk mekanismenya setelah mereka di data Dinas KUKM dan datanya sudah dikunci (fix) kemudian dilakukan proses pengocokan secara terbuka. Sebelumnya mereka harus daftar ulang pada tanggal 25-26 Juni dan mempersiapkan sejumlah persyaratan serta Down Payment (DP)-nya. 

    “Setelah itu baru diundi untuk penempatan kiosnya secara terbuka,” jelasnya. 

    Pihaknya menargetkan awal Juli kuncinya sudah dapat diserahkan kepada para pedagang. Dalam proses penempatan kios ini kata Andri, diawasi Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU). 

    Sama seperti proses di pasar Sukasari pengundian kios sudah dilakukan secara terbuka.

    “Jadi proses pengundian itu harus dilaksanakan sehingga asumsi yang dekat dengan orang PD Pasar adalah orang yang mendapatkan kios yang strategis itu tidak ada,” jelasnya. (Humas) 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus