Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai Rp. 1,3 Miliar

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_28047.jpg
    Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai Rp. 1,3 Miliar

    BANDUNG - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai KPPBC Tipe Madya Pabean A Bandung kembali berhasil mengungkap upaya penyelundupan narkotika jenis methamphetamine atau sabu seberat 665 gram senilai Rp1,3 miliar yang disembunyikan oleh tersangka di dalam pembalut wanita melalui Bandara Husein Sastranegara Negara Bandung.

    Pengungkapan tersebut dilakukan petugas Bea Cukai beberapa waktu lalu. Narkotika tersebut dibawa oleh tersangka IFW (25), wanita yang merupakan WNI asal Pekanbaru, Sumatera, setelah tersangka turun dari pesawat tujuan Kuala Lumpur-Bandung.

    Kepala Bea Cukai Bandung Onny Yuar Hanantyoko mengatakan pengungkapan itu bermula dari hasil analisa pra kedatangan atas penerbangan Malindo Air rute Kuala Lumpur-Bandung. Petugas kemudian melihat IFW yang baru turun dengan gerak-gerik yang mencurigakan.

    "Berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan serbuk kristal berwarna putih yang diduga narkotika," kata Onny kepada wartawan di Bandung, Jumat (13/4/2018).

    Selanjutnya dilakukan uji laboratorium ke BPIB Jakarta. Hasinya, serbuk kristal yang disembunyikan itu positif mengandung narkotika golongan I sesuai UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika. "Pelaku beserta barang bukti diserahkan kepada Polda Jabar untuk diproses lebih lanjut," imbuhnya.

    Atas pengungkapan tersebut, Bea Cukai berhasil menyelamatkan kurang lebih 4.655 jiwa dari bahaya narkotika. Tersangka IFW pun dijerat pasal 102 huruf e Undang-undang nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan Undang-undang nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan, dengan ancaman hukuman berupa pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp. 50 juta dan paling banyak Rp. 5 miliar.

    Selain itu, pelaku dijerat Pasal 113 ayat (2) Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman berupa pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling banyak Rp. 10 miliar ditambah 1/3 dari denda paling banyak. 

    "Keberhasilan ini merupakan aksi nyata Bea Cukai Bandung yang bersinergi dengan seluruh anggota airport interdiction dalam upaya memberantas peredaran narkotika, psikotropika dan prekursor ilegal di Indonesia guna melindungi dan menyelamatkan masyarakat dari penyalahgunaannya," pungkasnya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus