Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Waspadai Hoax Selama Pilkada

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_27981.jpg
    "Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 serentak yang saat ini sudah memasuki masa kampanye bisa menjadi lahan oleh oknum untuk menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya (hoax)," tutur Hening, Senin (02/04/2018).

    BANDUNG- Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 serentak yang saat ini sudah memasuki masa kampanye bisa menjadi lahan oleh oknum untuk menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya (hoax) dengan harapan masyarakat terpecah-belah. 

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat Dr. Hening Widiatmoko menegaskan serangan hoax itu bisa memecah belah bangsa dan mempunyai potensi untuk menghancurkan saling percaya diantara kita sehingga kedamaian akan terganggu dan ujung-ujungnya kehidupan bernegara di NKRI ikut terkena imbasnya.

    "Yang aktual sekarang nampaknya pilkada, itu salah satu sasaran yang digunakan oleh penyebar hoax untuk melakukan upaya-upaya memecah belah dan mengganggu kestabilan kedamaian diantara masyarakat," ucapnya saat ditemui wartawan www.jabarprov.go.id, Senin (02/04/2018).

    Hening mengajak kepada seluruh masyarakat untuk terus mewaspadai adanya berita yang tidak benar (hoax) dalam masa pilkada sekarang karena memiliki potensi untuk terjadinya keresahan konflik diantara masyarakat secara horisontal.

    "Konflik terjadi bisa diakibatkan karena masyarakat terlalu percaya kepada berita palsu karena ketidaktahuan utamanya, tapi kita harus waspada bahwa jangan sampai hoax itu menjadikan pilkada kita ini menjadi terganggu pelaksanaannya, tidak lancar dan masyarakat menjadi resah," tuturnya.

    Menurut Hening, salah satu yang kita yakini bahwa ketika masyarakat mengetahui bahwa mereka mempunyai adil dan berperan untuk memerangi hoax, mereka bisa ikut serta baik secara sendiri-sendiri, berkelompok maupun dikendalikan atau diarahkan oleh pemuka masyarakat, pemuka agama dan sebagainya.

    "Saya kira kalau masyarakat tahu bahwa mereka memiliki andil untuk memerangi hoax, mereka akan berperan aktif untuk melakukannya," pungkas Hening.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus