Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Inilah Gitar Obes dari Desa Sukamerang

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_27497.jpg

    GARUT- Diawali rasa penasaran dengan informasi tentang potensi Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut, Selasa siang (13/2/2018), Tim Media Center Diskominfo mendatangi sebuah tempat ukuran 4 meter x 6 meter. Sekilas kami melihat beberapa asesoris motor bergelantungan diatas tali yang dibentangkan antar dinding ruang semi permanen. 

    Tercium bau cat masih basah. Di sudut lain, berdiri dua tiga buah gitar elektrik dan terbaring dua buah Gitar akustik. Di atas gitar tepat menempel satu lukisan dua pasang perempuan dan laki-laki yang sudah diberi bingkai kayu.

    Di sudut agak gelap, terlihat sosok laki-laki usia 40-50 an sedang asyik mengecat body motor berbahan fiber dengan ornamen airbrush, sesekali dia mengusap rokok kretek dalam-dalam, hingga tidak sadar saat Tim Media Center datang menghampiri.

    Sekilas, dari raut wajahnya tersimpan potensi seni. Dari tutur bicaranya sudah tertebak, dia memang memiliki seni yang tinggi. "Awal mulanya saya adalah pelukis", Ujar Asep Soleh Nurdin, yang sehari-hari dikenal dengan Asep Obes mengawali pembicaraan.

    Asep menuturkan, sejak SMP sudah mampu memainkan gitar. Hingga kemudian bersama rekan sekampungnya di Desa Sukamerang mendirikan grup band kecil-kecilan. "Kami menamakannya Sejiwa Band", ujar Bunyamin, rekan satu grupnya. Namun seiring per perkembangan, tahun 1992, Asep Hijrah ke Bandung, dengan niat ingin mengubah hidupnya sebagai seorang seniman musik. Hobby main gitarnya kemudian dia kembangkan di Kota Kembang Bandung. "Mungkin nasib saya harus seperti ini", ujarnya lirih mengenang maaa lalunya. Hingga ia bisa kenal dengan gitaris masa itu, seperti /RIF Band, bahkan sekelas Doni Suhendra - Gitaris Krakatau Band.

    Tahun 2008, Asep kembali ke kampungnya di Desa Sukamerang, hingga ia menikah dengan perempuan satu kampungnya. Didorong kebutuhan ekonomi keluarga, keahlian memainkan gitar pun terusik kembali. Asep didukung rekan setia satu band dulu, Bunyamin, mencoba keahlian lain yang dimiliki Asep. "Ya, dia punya keahlian membuat gitar elektrik", Ujar Bunyamin, yang kini sudah menjadi Kepala Desa Sukamerang.

    Asep sendiri hingga kini belum mampu membuat gitar sesuai pesanan, karena terbentur modal. Sedangkan untuk memperoleh bantuan kredit, salah satu syaratnya dibentuk kelompok. Asep berpikir syarat itu agak berat, mengingat keahlian ini membutuhkan rasa seni yang tinggi."Sampai saat ini saya baru bisa memperbaiki gitar-gitar ini", katanya, sambil menunjukkan gitar-gitar yang telah diperbaikinya. Hampir seluruh Garut memberikan  kepercayaan servis gitarnya kepada dia. 

    Menurutnya, servis gitar  baru ramai saat acara menjelang show di acara pernikahan atau hari-hari nasional yang kebanyakan pemain musik dangdutan. "Bahkan ada temannya yang hanya mau gitarnya diperbaiki oleh dirinya. Sengaja dari Australia hanya untuk memperbaiki gitarnya", kata Asep yang diiyakan oleh Ade rekan satu grupnya.

    Asep pun dengan fasih menceritakan bagaimana membuat gitar elektrik yang bagus, selain bahan dasar kayu, hingga bahan lainnya. Bahkan untuk membuat gitar pesanan, Asep harus  menanyakan  berat badan pemesan."Sederhana sih, agar yang memainkan gitar nantinya nyaman dalam mainkan gitarnya", ujarnya.

    Meski usaha membuat gitarnya terkendala modal, dia yakin suatu saat nanti hobbinya ini akan semakin diminati meski harganya murah, namun berprinsip tidak menghilangkan kualitas. "Harga kampung, kualitas Bandung", pungkasnya diplomatis.

    Camat Kersamanah, Drs. Anwar, saat mendampingi Tim Media Center berharap ada pihak yang mau membantu salah seorang warganya. Karena ia yakin, dengan adanya bantuan pemodal, Asep mampu membuat gitar kualitas bagus setiap bulannya 10 buah gitar.

    Gitar hasil karya Asep Obes kini diberi nama Gitar Obes. Obes, menurut Camat Anwar singkatan dari Omong Besar. Meski ia yakin Karya warganya ini bukan lagi omong besar, tapi hasil karya anak bangsa yang mesti dihargai.

    Diakhir pertemuan kami disuguhi lagu Dalam Kerinduan yang dipopulerkan The Mercy's, kolabirasi Ade (melodi), Asep Obes (rythm), Herwan Diskominfo (Bass), dan H. Yusep Ruslan (vokal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus