Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tinjau Langsung, Aher Pastikan Ekosistem Tebing Keraton Tetap Lestari

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_27488.jpg

    BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyempatkan diri untuk mengunjungi salah satu objek wisata populer Tebing Keraton yang terletak dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda. Dirinya ingin memastikan, perubahan yang dilakukan oleh pengelola berdampak positif bagi kondisi iklim mikro sekitar tebing. Tebing Keraton merupakan salah satu titik yang dilintasi jalur migrasi Burung Raptor dunia. 

    Aher menjelaskan sejak tahun 2014 Tebing Karaton telah menjadi salah satu objek wisata yang paling diminati di wilayah Bandung Raya. “Wisatawan yang datang tidak hanya dari nusantara bahkan dari mancanegara. Jaraknya juga cukup dekat dari pusat Kota Bandung, kurang lebih 14 Km atau 7 Km dari pintu Pos 1 Tahura Ir. H. Djuanda,” katanya pada Tim Humas Jabar sambil menikmati pemandangan matahari terbit, Selasa (13/02/2018). 

    Untuk memudahkan akses wisatawan, menurut Aher, Balai Pengelolaan Tahura Ir. H. Djuanda pernah melakukan penataan Tebing Keraton dengan membangun berbagai fasilitas termasuk pemasangan paving block pada jalur tracking dan selasarnya pada 2014. Ternyata hal itu telah mengubah iklim mikro pada tebing yang terletak di ketinggian 1.200 mdpl. Ini menyebabkan suhu di area tebing lebih meningkat dari sebelumnya. 

    Dampaknya, menjauhnya kabut dari sekitar selasar Tebing Keraton. Secara langsung maupun tidak langsung ternyata itu juga dapat mengganggu jalur migrasi Burung Raptor dunia. “Padahal salah satu daya tarik Tebing Keraton ini adalah wisata matahari terbit atau matahari tenggelam yang sangat indah dan menawan dengan diselimuti kabut yang tebal,” kata Aher. 

    “Selain itu, masalah kelembaban yang tinggi telah memberi pengaruh terhadap kondisi paving block yang berlumut sehingga menjadi licin terutama jika musim penghujan tiba,” tambahnya. 
     
    Pada bulan Mei 2017, Gubernur Aher telah meresmikan Tebing Keraton ini sebagai tempat wisata sekaligus sebagai Pusat Pemantauan Migrasi Burung Raptor  Dunia.

    “Oleh karena itu, dalam upaya mengembalikan kondisi iklim mikro di sekitar Tebing Keraton dan meningkatkan fungsinya sebagai pusat pemantauan migrasi burung raptor dunia, perlu dilaksanakan penataan selasar Tebing Keraton dengan mengangkat paving yang telah terpasang dan kemudian menggantinya dengan material yang lebih ramah lingkungan serta dirancang sedemikian rupa sehingga secara umum tidak menempel langsung dengan tanah,” paparnya. 
     
    Proses penataan Selasar Tebing Keraton ini dilaksanakan pada 2017 dengan didanai oleh APBD Provinsi Jawa Barat. Penataan selanjutnya, menurut Aher, akan didorong melalui mekanisme pendanaan mitra CSR Tahun 2018 maupun melalui APBD Tahun 2019.

    “Mohon dukungannya dari warga Jawa Barat. Mari jaga keindahan Tebing Keraton dan jalur migrasi Burung Raptor,” pungkasnya. 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus