Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    N219 Produksi PT DI Diminati untuk Ambulan Udara

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26897.jpg

    BANDUNG–Pesawat N219 produksi PT Dirgantara Indonesia (DI) diminati oleh Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) untuk digunakan sebagai kendaraan trasnportasi udara bagi kesehatan, atau menjadi ambulan udara.
     
    Ketertarikan itu disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie yang datang bersama Wakil Gubernur Kalimantan Utara Udin Hianggio dan DPRD setempat, Jumat (12/1) di kantor PT DI Kota Bandung.
     
    “Pertama niatnya adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di perbatasan dan pedalaman, lalu untuk pelayanan kesehatan”, kata Irianto Lambrie, Gubernur Kalimantan Utara.

    Menurutnya  kondisi geografis yang banyak pula membuat kebutuhan pesawat angkut sangat mendesak. Sehingga salah satu tujuan pembelian pesawat N219 Nurtanio karena ingin mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Utara yang hingga saat ini 70% wilayahnya merupakan kawasan hutan dan daerah ini relatif tertinggal dari banyak daerah lain di Kalimantan.

    Gubernur  berencana membeli 1 (satu) unit N219 Nurtanio, bahkan jika memungkinkan akan membeli dua sampai tiga unit pesawat N219 Nurtanio yang nantinya akan dijadikan sebagai pesawat semi komersial yang akan dikelola oleh BUMD setempat agar bisa bekerjasama dengan maskapai Indonesia atau pihak swasta yang memiliki izin terbang. 

    “Ini adalah sebagai wujud rasa bangga saya selaku Gubernur Kalimantan Utara atas produksi dari putera terbaik bangsa yang patut diberikan apresiasi dan dihargai, karena itu Provinsi Kalimantan Utara menjadi provinsi pertama yang membeli pesawat ini”, tambah Irianto Lambrie. 

    Pesawat N219 sendiri saat ini masih dalam tahap ujicoba terbang dan menunggu sertifikat untuk dapat diproduksi secara masal.

    “Kami masih akan terus menyelesaikan hingga akhir tahun ini sampai dengan 350 jam terbang. Tapi tidak hanya dengan satu product development, karena akan ada di akhir bulan Februari, satu product development untuk mendampingi supaya memenuhi menjadi 350 jam terbang”, kata Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus