Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Cegah Banjir, TPT dan Sodetan Bogor Raya Permai Rampung Akhir Desember

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26498.jpg

    Bogor-Memastikan pembangunan proyek Tebing Pembatas Tanah (TPT) dan Sodetan di Sungai Cikeumeuh, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor berjalan lancar, Wali Kota Bogor Bima Arya inspeksi mendadak (sidak) di tiga titik lokasi tersebut, Jumat (15/12/2017).

    Bima didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi terlebih dulu mengecek pembangunan sodetan Perumahan Bogor Raya Permai, yang kemudian di lanjut ke pembangunan TPT Sungai Cikeumeuh dan berakhir di perbaikan sodetan di perbatasan Curug Mekar.

    Bima mengatakan, sudah dua hingga tiga tahun terakhir warga di Bogor Raya Permai dan Taman Sari Persada mengeluh karena saluran air tidak dapat menampung air sungai dan membuat banjir. Maka, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas PUPR mendesain sodetan dan TPT di tiga titik. “Saya cek untuk memastikan semua lancar serta mengantisipasi dampaknya ketika yang disini ini lancar apakah yang berikutnya lancar atau malah ada penyempitan,” ujarnya. 

    Ia menuturkan, ia akan terus mencermati pembangunan senilai Rp. 1,7 Miliar di setiap titiknya ini untuk melihat apakah ketika hujan nanti air masih menggenang ke tempat lain atau tidak. Namun, ia memastikan Bogor Permai Raya dan Taman Sari tidak akan banjir dengan adanya sodetan ini sembari merencanakan pelebarannya juga.“Pembangunannya sudah 90 persen dan ditargetkan rampung 22 Desember mendatang,” imbuhnya. 

    Kunjungan sidak Wali Kota ke TPT dan Sodetan lantas menarik seorang Warga Blok FG Bogor Raya Permai Umaryani (42) untuk memberikan masukan. Menurutnya, sejak pembangunan Tol Borr aliran air sungai menjadi lebih besar dari biasanya sebab semua air mengarah kesini. Sehingga untuk menghindari banjir dibuat TPT untuk menahan sampah dan mengatur debit air. Tetapi berdasarkan yang ia lihat kontraktor tidak membuat gorong-gorong air di sekitar rumah warga untuk dibuang ke sungai. 

    “Sebelum ada pembangunan ada salurannya, tetapi setelah ada pembangunan malah tidak ada gorong-gorong padahal debit airnya besar. Makanya tadi saya sampaikan ke pak wali agar ditindaklanjuti. Karena saya sudah pernah bilang ke kontraktor tetapi sampai sekarang belum ada tindaklanjut,” ujar Umaryani yang berprofesi sebagai kontraktor.  (fla/hari/adit-SZ)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus