Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bedah Buku "Membela Islam, Membela Kemanusian"

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25797.jpg

    BANDUNG-Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Barat membedah buku bertemakan "Membela Islam, Membela Kemanusiaan," karya Fajar Riza Ul Haq yang merupakan intelektual Muda Muhammadiyah.

    Kegiatan itu dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Luthfi Thomafi, Cendekiawan Nahdatul Ulama Asep Salahudin, Cendekiawan GMNI Abdi Yuhana dan Cendekiawan Muahammadiyah Hendar Riyadi.

    Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Luthfi Thomafi mengatakan dari sisi judul buku yang diangkat sangat menarik. Hakekatnya membela Islam adalah membela kemanusiaan karena pada dasarnya Islam adalah kemanusiaan. Hal ini sesuai dengan program GP Ansor  yang menggodok konsep Islam untuk kemanusiaan. 

    Konten buku ini mewakili pandangan Islam moderat yang mencoba mencari solusi atas apa yang terjadi kepada umat Islam.

    "Judulnya sangat menarik karena pada dasarnya Islam adalah kemanusiaan,"katanya kepada wartawan di Bandung, Jumat (10/11/2017)

    Menurutnya jika ada umat Islam yang berbuat kekerasan atas nama agama maka dipastikan belum memahami betul akan konsep Islam yang sebenarnya.

    "Sejatinya Islam tidak mungkin bertentangan dengan Kemanusiaan,"tegas Luthfi

    Lebih jauh Luthfi menambahkan dari buku ini penulis ingin menyampaikan keprihatinannya sesuai dengan kajian sosial-antropologis. Jadi harus ada pembelajaran atau pendidikan yang masif dalam mengahadapi kondisi tersebut. 

    "Buku ini merupakan salah satu cara untuk menggali lebih jauh lagi tentang agama Islam,"ujar Luthfi

    Adapun penulis buku "Membela Islam, Membela kemanusiaan," Fajar Riza Ul Haq menjelaskan pada buku tersebut lebih banyak menceritakan kehidupan umat Islam di Indonesia dalam aspek sosial, agama termasuk sosial dan politik.

    "Kurang lebih buku ini memotret perjalanan bagsa dalam kurun waktu 15 tahun terakhir,"ujar Fahar

    Berbagai pesan yang terkandung di dalam buku ini erat kaitannya dengan isu ke-Islaman dan kebangsaan yang belakangan sering mencuat. Salah satunya terkait kasus Pilkada DKI Jakarta. Selain itu ada mobilisasi umat Islam dalam berbagai aksinya turun ke jalan.

    "Selama ini saya melihat tidak ada benturan bahkan sejalan dengan komitmen antara ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Namun belakangan ada gejala untuk menceraikan itu, jadi orang membela Islam se akan-akan tidak ada hubungannya dengan kebangsaan,"papar Fajar 

    Padahal dalam kontek sejarah kebangsaan dua ormas yaitu Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah ada kearifan yang sudah berkembang dengan komitmen ke-Islaman itu berjalan seiring dengan komitmen Ke-Indonesiaan.

    "Jadi pembelaan kita terhadap bangsa itu menjadi kepentingan terhadap ke-Islaman kita,"ujarnya

    Bahkan ditemukan ada beberapa kelompok yang ingin mendirikan negara berdasarkan agama atau membangun syariah secara formal dalam institusi negara. 

    Fajar menambahkan pesan yang ingin  disampaikan lewat buku ini adalah yang membela Islam tidak bisa dipisahkan dengan komitmen  dalam membela Indonesia, juga nilai-nilai kemanusiaan.

    "Ini sesuai dengan bagian dari komitmen kita bahwa Islam Rahmatan Lil Alamin,"pungkasnya (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus