Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Camat Lurah se-Kota Bogor Tinjau Intake Cipon dan IPA Dekeng

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25701.jpg

    BOGORKOTA-Menindaklanjuti arahan Wali Kota Bogor Bima Arya dalam penyebaran informasi kepada pelanggan, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mengundang para Camat dan Lurah se-Kota Bogor mengunjungi Bangunan Intake Ciherang Pondok (Cipon) dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng, Senin (06/11/2017).

    Para Camat dan Lurah tersebut mendapat informasi tentang sumber air baku  yang digunakan oleh PDAM Tirta Pakuan dan cara prosesnya menjadi air siap minum melalui beberapa alur di IPA Dekeng. Begitu pula kendala-kendala  yang dihadapi mulai proses pengolahan hingga distribusi ke pelanggan  beserta program-program yang sedang dikerjakan untuk meningkatkan pelayanan air minum kepada pelanggan.

    Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Deni Surya Senjaya, Direktur Umum Rino Indira Gusniawan, Direktur Teknik Syaban Maulana, Sekretaris Perusahaan Rinda Lilianti, Kepala Bagian (Kabag) Produksi Adi Gunadi, Kabag Transmisi dan Distribusi Dani Rakhmawan, Kabag Pelayanan Pelanggan Jamalis, Kasubag Humas dan Sosial Hendra Permana dan Kepala Sub Bagian Administrasi dan Arsip Nerry Agustina.

    Dirut PDAM Kota Bogor Deni Surya Senjaya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran para camat dan lurah di instalasi pengolahan air dengan kapasitas produksi 1.500 liter perdetik tersebut. “Ini merupakan program kami untuk mensosialisasikan instalasi, kendala dan program-program yang dijalankan di PDAM,” kata Deni.

    Sasaran utama program ini, lanjut Deni adalah mempercepat penyampaian program maupun informasi gangguan layanan melalui aparat di tingkat kecamatan maupun kelurahan. “Kami mohon rekan-rekan camat dan lurah dapat membantu mensosialisasikan setiap program maupun informasi-informasi gangguan. Karena kami memiliki keterbatasan untuk menyampaikan informasi secara menyeluruh,” kata Deni.

    Sementara itu Lurah Kayumanis M. Hapid Supriadi mengaku senang dengan kunjungan ini. Kini dia paham kendala-kendala yang dihadapi PDAM, terutama mengenai gangguan pengaliran yang banyak disebabkan oleh faktor alam. “Kami jadi tahu kenapa air jadi keruh atau kecil. Semua karena sampah dan lumpur. Mudah-mudahan dengan program yang sedang dijalankan PDAM, kendala-kendala tersebut bisa teratasi,” kata mantan Kasie Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Tanah Sareal itu. (humas)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus