Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sertifikasi Profesi Internal Auditor Indonesia Masih Rendah

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25299.jpg

    BANDUNG-Ketua Panitia Internal Auditors Indonesia (IIA Indonesia) Anggela Simatupang sertifikasi auditor di Indonesia masih terbilang minim bila dibandingkan dengan negara lain. 

    Menurut Anggela, selama ini ujian dilakukan secara online dengan menggunakan bahasa asing. Hal itu menjadi penyebab rendahnya sertifikasi profesi auditor di Indonesia yang jumlahnya mencapai 246 orang. 

    "Selama ini kendalanya masih seputar ujian yang dilakukan secara onlinen, namun setelah ada versi Indonesia sedikit mengalami kenaikan,"katanya kepada wartawan di Bandung, Rabu (11/10/2017)

    Anggela menyebutkan, dengan memiliki sertifikasi profesi maka akan mampu bersaing dengan negara lain terlebih sekarang sudah memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

    "Sertifikasi profesi itu penting agar kita mampu bersaing dengan negara lain karena harus kompeten, dan ini perlu ditingkatkan kesadarannya lagi. Kita harus mampu bersaing secara global,"paparnya

    Auditor yang sudah memiliki sertifikasi, kata Anggela, memiliki prioritas tersendiri di perusahaan internasional maupun lokal. Meskipun berasal dari almamater yang sama tapi auditor bersertifikat mempunya penghasilan yang lebih tinggi.

    Lebih jauh Anggela menuturkan, meski sertifikasi profesi dianggap penting namun tidak semua perusahaan menerapkan ketentuan tersebut. Sertifikasi profesi ini lebih diutamakan dalam manajemen resiko

    "Udah ada dari dulu secara general yg punya sertifikat gajinya lebih tinggi. Tidak semua industri jasa keuangan menetapkan sertifikasi, perlu ada data internal. Trendnya perusahan besar di Jakarta berskala multi nasional. Risk manajemen lebih prepare yang punya sertifikasi,"jelas Anggela. 

    Senada dengan Praktisi IIA Indonesia Nactions, Rudy Hartono menjelaskan, guna menhadapi tantangan global dibutuhkan sertifikasi profesi termasuk auditor. Selain itu, auditor harus meningkatkan kemampuannya dan kompetensinya secara global

    "Profesi internal auditor harus selalu mengupdate kemampuannya secara global dan lebih meningkatkan  kompetensinya baik lokal maupun internasional,"tutur Rudy.

    Rudy menambahkan, jika auditor sudah memiliki sertifikasi profesi yang sudah diakui dunia maka mampu bersaing dalam kompetisi global. Untuk itu, dalam mendukung standarisasi kompetensi, IIA secara global memiliki program untuk perbaikan kompetensi profesi.

    Selain itu, menggulirkan program untuk memastikan keahlian dari profesional yang bekerja di area audit internal, manajemen risiko, governance, pengendalian internal dan audit teknologi informasi.

    "Kompetisi global yang semakin cepat, maka sebagai internal auditor mau dimanapun kita berada bahwa harus memiliki kualitas. Jadi, sebisa mungkin profesi ini memiliki sertifikasi global,"pungkasnya. (MAT

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus