Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Semester I 2017, Total Investasi Jabar Capai Rp55 Triliun

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25270.jpg

    BANDUNG-Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPT) Provinsi Jawa Barat, Dadang Masoem menyebutkan pada semester I 2017, total nilai investasi Jawa Barat mencapai Rp55 trilun dengan rincian Penanaman Modal Akhir (PMA) Rp25 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp20 triliun.

    "Investasi di Jabar masih didominasi sektor manufaktur disusul sektor infrastruktur,"katanya kepada wartawan di Bandung, Selasa (10/10/2017)

    Dadang mengatakan tahun ini provinsi Jawa Barat menargetkan investasi sebesar Rp127 triliun. Pihaknya optimis akan meraih target tersebut hingga akhir tahun 2017.

    "Versi Badan Koordinasi Penanaman Modal RI (BKPM) targetnya Rp104 triliun sedangkan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jabar targetnya mencapai Rp127 triliun. Biasanya dengan target yang kita miliki tercapai target itu,"papar Dadang

    Dadang mengaku secara nasional untuk pencapaian PMA provinsi Jawa Barat selalu menduduki posisi pertama. Sedangkan raihan PMDN masih sedikit tertinggal dari Jawa Timur. 

    Faktor pemicu PMA selalu menjadi daya tarik investor diantaranya kemudahan perizinan infrastruktur Jabar dibandingkan provinsi yang lain. Sementara itu, pemicu rendahnya PMDN karena keterlambatan pelaporan sehingga nilainya masih di bawah provinsi lain.

    "PMA kita selalu nomor satu sedangkan PMDN masih kalah sama Jawa Timur sebab laporannya  sering terlambat. Bisa jadi karena sering terlambat kita sedikit rendah di banding provinsi lain,"jelas Dadang

    Dadang menambahkan untuk menggenjot investasi di Jawa Barat diperlukan situasi yang nyaman dan kondusif sehingga para investor mau berinvestasi.

    "Yang jauh lebih penting lagi yaitu keramahan sehingga para investor merasa nyaman,"pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus