Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jajaki Sister Province, Jabar Tandatangani LoI dengan Incheon

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25013.jpg

    INCHEON – Mengawali kunjungan kerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke beberapa kota di Korea Selatan, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Walikota Incheon, Yoo Jeong-bok tentang Pembentukan Hubungan Kerja Sama Provinsi Bersaudara dan kerja sama teknik dengan Pemerintah Kota Metropolitan Incheon, Senin (25/9/2017) waktu setempat. 

    Terungkap dalam pertemuan, kerja sama yang akan dijalin diantaranya terkait pengelolaan sampah dan limbah, bandar udara dan pelabuhan. Menurut Ajudan Gubernur Jabar, Ghani Abdul Hakim yang dihubungi via email oleh Humas Jabar, penandatanganan LoI ini diharapkan menjadi momentum awal Incheon dan Jawa Barat dapat menjadi saudara melalui perubahan lingkungan, transportasi, ekonomi, budaya dan sosial. 

    Turut mendampingi Gubernur dalam penandatangan LoI ini Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jabar, Eddy I M Nasution, Kepala Biro Pemerintahan dan Kerjasama Setda Jabar, Taufiq Budi Santosa, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Prov. Jabar, Yudha M Saputra, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov. Jabar, Anang Sudarma. 

    Walikota Metropolitan Incheon, Yoo Jeong-bok menyambut gembira dan mengapresiasi positif kerja sama yang dirintis ini. “Kami sangat senang dan merasa beruntung Incheon menjadi daerah di Korea yang pertama menjalin kerja sama dengan Prov. Jabar,” katanya usai penandatanganan LoI. LoI ini yang kelak menjadi dasar Memorandum of Understanding (MoU) pembentukan kerja sama sister province. 

    Kota Metropolitan Incheon memiliki penduduk 3 juta jiwa (nomor 3 di Korea) dengan keunggulan Bandara Internasional Incheon, Pelabuhan Incheon, dan memiliki 10.061 bisnis. Pendapatan Daerah 595 miliar dollar/orang. Tahun 2016 jumlah ekspor 360 miliar dollar, total impor 340 dollar, tingkat perdagangan menjadi 2 kali dari Ulsan. Produk ekspor: mobil, semi konduktor, besi baja, onderdil mobil, bahan kimia, alat bangunan, dan lain-lain. Sedangkan produk impor: gas alam, semi konduktor, minyak mentah, batu bara, kayu, biji besi, dan lain-lain. 10 negara eksportir utama: Tiongkok, Amerika, Jepang, Vietnam, Singapura, Hongkong, Taiwan, Inggris, Mexico, India. 

    Yoo Jeong-bok mengatakan Kota Incheon, Sangdo, YeongChong dan CheongLai dibangun sebagai Zona Ekonomi Bebas. Sebagai Kota metropolitan, bandara terbaik di Korea yaitu Bandara Internasional Incheon dan Pelabuhan Incheon semuanya terletak di Incheon yang berpenduduk sekitar 3 juta orang. Sebagai wilayah 11 industri pembuatan sabuk dan memiliki sekitar 23.000 area industri ini, perekonomian Kota Incheon dapat memimpin perekonomian Korea Selatan di masa depan.

    ”Kekayaan alam khususnya laut dan 168 pulau yang indah, lumpur dan keberagaraman wisata sejarah menjadikan Incheon sebagai nomor satu di Korea Selatan,” tambahnya. 

    Dalam kunjungan kerja ke Korea Selatan ini, Gubernur Jabar juga diagendakan akan menandatangani LoI dengan Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk Do dan Pemerintah Kota Metropolitan Ulsan di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi, pertanian, pendidikan, kesehatan, pariwisata, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Delegasi Jabar juga direncanakan meninjau proyek teknologi dan industri lingkungan yang telah berhasil dilaksanakan oleh Korea Environmental Industry and Technology (KEITI) sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Letter of Intent antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan KEITI pada tanggal 28 Agustus 2017 di Gedung Sate, Kota Bandung.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus