Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Nobar Film G30S/PKI, Demiz : Sah-Sah Saja

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24992.jpg

    BANDUNG-Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (Demiz) mempersilahkan kepada masyarakat yang ingin menonton bareng (nobar) Film G30S/PKI karena untuk mengingat perjalanan sejarah bangsa. 

    "Enggak apa-apa, emangnya kenapa? ada apa dengan film itu?,"katanya kepada wartawan di gedung Sate, Bandung, Sabtu (23/9/2017)

    Namun Demiz mengingatkan, Pemutaran film tersebut jangan ditonton oleh anak dibawah umur. Pasalnya ada beberapa adengan yang mengandung unsur kekerasan. Sehingga harus dikaji ulang dengan memberlakukan usia penonton film tersebut.

    "yang dilarang itu adalah kalau sudah ditayangkan kepada anak usia di bawah umur. Harus dikaji kembali penanyangannya yang tidak boleh menonton film itu diusia berapa,"ucapnya.

    Secara konten, film G30S/PKI, kata Demiz tidak bermasalah. Untuk itu, ia mengimbau kepada Lembaga Sensor Film agar mengkaji kembali kategori usia untuk menonton film tersebut. 

    "Nah ini tugas Lembaga Sensor Film, secara konten enggak masalah ko, cuma dilihat lagi siapa yang boleh nonton,"ungkapnya.

    Sebagaimana  orang perfilman yang juga sempat menjadi aktor, Demiz menilai bahwa sosok sutradara film yaitu Arifin C Noer merupakan sutradara yang memiliki integritas yang tinggi sehingga bisa mempertanggung jawabkan karyanya. Selain itu, dia juga seorang budayawan yang ternama. 

    Demiz pun menyebutkan, seandainya film G30S/PKI dibuat ulang. Misalnya dengan mengumpulkan 100 sejarawan untuk menbuat film versi terbaru, maka akan tetap menuai kontroversi. 

    "Kalau mau bikin lagi silahkan, nanti juga pasti masih bisa dipertentangkan lagi. Katakanlah mengundang 100 sejarawan, maka pendapatnya jadi 101, "tuturnya. 

    Dia juga menyarankan untuk membuat versi terbaru dari film G30S/PKI tetapi jangan sampai menyalahkan film yang sudah ada. Pasalnya, film itu dibuat berdasarkan penafsiran seoarang Arifin C Noer dengan data-data yang ia miliki.

    "Nonton bareng itu boleh, yang penting itu tadi, usia berapa yang diperbolehkan nonton. Jangan sampai anak-anak menonton cuma menangkap adegan sadisnya saja,"tegasnya 

    Seandainya ada segelintir orang menolak untuk menonton tersebut, Demiz meminta untuk menanyakan kembali kepada mereka alasan penolakan tersebut. 

    "Tanya saja sama mereka kenapa menolak? PKI emang seperti itu, jangan melupakan sejarah. Ingat kata Bung Karno akan Jas Merahnya,"pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus