Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ekonomi Syariah Jabar Duduki Ranking 2 Nasional

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24877.jpg

    BANDUNG-Perkembangan ekonomi syariah di Jawa Barat terbilang membaik. Secara nasional dari sektor keuangan syariah provinsi Jawa Barat menduduki posisi ke dua setelah DKI Jakarta.

    Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) menjelaskan yang paling menonjol dari pertumbuhan ekonomi syariah di Jawa Barat adalah industri keuangan syariah.

    "Oleh karena itu sering kali yang muncul dan terlihat lebih konsiten adalah keuangan. Kita terbesar ke dua setelah DKI jakarta untuk keuangan syariah,"katanya kepada wartawan di Pusdai Bandung, Rabu malam (13/9/2017)

    Menurut orang nomor satu di Jawa Barat itu, ekonomi syariah memiliki keunggulan tersendiri. Selama tidak tidak melanggar hukum dan norma syariah maka pertumbuhannya akan semakin membaik.

    "Kan ekonomi syariah itu nilai ya. Sepanjangan tidak ada pelanggaran syariah dan norma syariah kan semua perdagangan dan industri syariah atau sesuai dengan norma hukum yang ada. Mungkin yang menonjol itu di sistem keuangan,"jelas Aher

    Gubernur berharap ekonomi syariah ini bisa berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejaheraan masyarakat. Selain itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa barat mendukung para pelaku usaha syariah di Jabar.

    "Yang penting dampaknya bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejaheraan masyarakat,"ujar Aher

    Aher berharap kepada pelaku ekonomi syariah agar terus bekerja keras supaya usahanya berkembang lebih maju supaya lebih dinikmati oleh masyarakat dan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

    "Kita sangat mendukung pelaku ekonomi syariah apalagi perkembangannya semakin baik  kenudian yang diproduksikan semakin beragam,"pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus