Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Aher Harap Ekonomi Syariah Jabar Tumbuh 30 Persen

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24876.jpg

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan pertumbuhan syariah di Jawa Barat menunjukan tren yang positif. Ke depannya diharapkan akan tumbuh sebesar 30 persen.

    Hal itu diungkapkan Ahmad Heryawan usai mengikuti opening ceremony Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2017 di Pudai Bandung, Rabu malam (13/9/2017)

    Secara nasional, dilihat dari sektor keuangan syariah, Jawa Barat menduduki posisi ke dua setelah DKI Jakarta

    "Jadi kalau ada industri perbankan di Jawa Barat baik berbentuk bank maupun non bank maka 10 persennya syariah. Diharapkan ke depannya bisa mencapai 30 persen,"kata Gubernur Jabar

    Aher sapaan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan Festival Ekonomi Syariah yang diprakarsai oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KpW) Jabar sangat dibutuhkan masyarakat. Diharapkan kegiatan ini menjadi motivasi untuk pertumbuhan ekonomi juga melakukan tindakan perekonomian dari hulu ke hilir bebasis syariah.

    "Tentu dengan semangat Syariah sangat dioerlukan bagi masyarat Jawa Barat,"ucap Aher.

    Menurut Aher, meskipun sistem perekonomian syariah dikatakan inklusif karena semangatnya berasal dari agama Islam tapi bersifat universal artinya bisa dilakukan oleh semua pihak.

    Hal ini juga akan medorong khususnya masyarakat muslim untuk bisa mengikuti perkembangan jaman karena dengan tumbuhnya teknologi dan informasi yang harus diikuti, sistem perekenomian apapun yang dikenal sekarang merupakan sistem yang dikenal umum dan bersifat universal yang berlaku untuk semuanya.

    "Tentu saja ini sitem ekonomi syariah bersifat inklusif tapi bisa dilakukan senua pihak meskipun semangatnya bearasal dari agama Islam,"pungkasnya. (MAT)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus