Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sosialisasi Bahaya Perdagangan Orang di Kab.Bandung

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24862.jpg

    BANDUNG-Upaya pemerintah dalam menekan angka terjadinya perdagangan orang terus dilakukan. Kepala Seksi Pendampingan Pembelajaran Direktorat  Pembinaan Keluarga Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) Dr.Sugiyanto mengatakan, sosialisasi Pencegahan tindak pidana perdagangan orang yang digelar di Gedung Korpri Komplek  Pemda,  Rabu (13/9), melibatkan para kepala desa di Kecamatan Ciparay dan Pasirjambu, maka kata Dia, informasi selengkapnya harus diteruskan pula pada masyarakat di wilayah masing-masing.

    "Sengaja kita libatkan para kepala desa dan tokoh masyarakat, dengan harapan nantinya semua informasi bisa diteruskan pada masyarakat di wilayahnya, namun baru 2 kecamatan," tegas Sugiyanto.

    Lebih lanjut dia menjelaskan, Kemendikbud bekerja sama dengan Organisasi Keluarga Peduli Pendidikan (Kerlip) sebagai lembaga penggiat Tindak Pidana Perdagangan Orang. 

    "Selain itu, Kita jalin kerjasama juga dengan DP2KBP3A dan kepolisian, sedangkan untuk intervensi penekanan kasus kita dorong sosilisasi pda masyarakat agar lebih peka atas aduan hingga nantinya bisa mengungkap kasus lain yang serupa," kata Sugiyanto.

    Dia menandaskan,  karena bentuknya hanya berupa sosialisasi pihaknya akan arahkan jika ada kasus pada pihak yg lebih berwenang untuk selanjutnya berhubungan dengan Aparat Penegak Hukum (APH).

    "Fungsi kami adalah pencegahan dan prefentif lainnya, jika ada aduan kami akan arahkan ke APH untuk penindakan lebih lanjut," tandasnya.

    Sementara Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencanan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Hendi Aryadi Puwanto berharap, sosialisasi yang diinisiasi Kemendikbud ini bisa mendapat dukungan dari semua pihak, khususnya untuk mencegah perdagangan orang di daerah yang rawan.

    "Juga memanfaatkan dana desa untuk nantinya mengadakan sosialisasi di desa nya masing-masing. Karena peserta yang diundang hari ini ada dari pihak kepala desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta mendorong peran aktif semua pihak untuk ikut mencegah perdagangan orang," pungkas Hendi.

    Sosialisasi tersebut ucap Hendi, harus terimplementasikan dengan benar hingga pada setiap warga masyarakat. Karena peran masyarakat khususnya para orangtua, lebih besar dalam pengawasan anak-anaknya.

    "Ini harus terimplementasi dan menyentuh hingga per keluarga, karena orangtuadalam hal ini sangat berperan pada pengawasan, perlindungan dan masa keamanan anak-anaknya," himbaunya

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus