Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemkab Bandung Launching Bimbingan Pra Nikah

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24841.jpg

    BANDUNGKAB-Sebagai upaya menekan angka perceraian di Kabupaten Bandung, kali ini Pemerintah melaunching untuk pertama kali, bimbingan pra nikah atau kursus bagi calon pengantin (suscatin). Bupati Bandung H.Dadang M.Naser,SH.,M.Ip  mengatakan,  dalam menekan angka perceraian bimbingan pra nikah bagi calon pengantin sangat penting.

    "Kita upayakan tindakan preventif untuk menekan angka perceraian, yakni dengan  Germas  (gerakan masyarakat sehat), penyelamatan ibu dan anak dalam keluarga harmonis, melalui bimbingan perkawinan bagi calon pengantin, hari ini," ucap Bupati usai melaunching Suscatin yang dipusatkan di Gedung Moch.Toha Soreang, Senin  (11/9).

    Pentingnya Suscatin ucap Bupati, akan sangat berindikasi bagi kelangsungan kehidupan yang berkelanjutan. Karena kata dia, bimbingan tersebut akan mempengaruhi peningkatan mutu keluarga yang berkualitas, "sebagai foundasi terpenting bagi pembangunan di masa depan," imbuhnya.

    Lebih lanjut Bupati menerangkan, dari data Kementrian Agama Kabupaten Bandung, tahun 2016 tercatat 640 kasus perceraian dan sekitar 10 ribu pasangan  warga tidak memiliki buku nikah.

    "Kondisi ketahanan keluarga itu, juga dipengaruhi oleh masih tingginya angka kekerasan terhadap ibu dan anak.Seperti tahun 2016 angka kematian ibu mencapai 46 kasus dan bayi tercatat 193," imbuhnya.

    Bupati menghimbau agar pasangan calon pengantin mempersiapkan diri sebelum nantinya memutuskan untuk membina keluarga melalui bimbingan pra nikah oleh pihak Kementrian Agama. 

    "Suscatin ini bukan untuk mempersulit calon pengantin, tapi memotivasi Catin serta menambah wawasan pengetahuan agar kuat dan siap saat membina keluarga nantinya hingga menurunnya angka perceraian," tandas Bupati.

    Hadir sebagai Narasumber Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan anak (P2TP2A) Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Agustina Naser mengatakan, penanganan masalah keluarga harus lebih komprehensif dan komitmen keluarga untuk selaras dan harmonis.

    Dikatakan Nia, selama ini bila ada masalah dengan anak, anaklah yang disalahkan semisal disematkan sebutan anak nakal. Padahal, keluarga punya andil dalam membentuk kenakalan anak semisal keluarga yang tidak harmonis dan tidak peduli kondisi anaknya. 

    "Melalui Suscatin, bisa menjadi pedoman  bagi keluarga yang mengalami masalah apapun. Dari mulai sebelum pernikahan sampai menikah, hingga punya anak. Semuanya bisa dikonsultasikan di sini,” tegas Teh Nia sapaan akrabnya .

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus