Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Musim Kemarau, Pasokan Air Bersih Berhenti 6 Jam Perhari

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24732.jpg

    BANDUNG-Direktur PDAM Tirtawening Kota Bandung, Soni Salimy menjelaskan, kota Bandung dan sekitarnya telah mengalami kekeringan air selama lebih dari satu bulan dan sangat dirasakan dampaknya bagi masyarakat yang memerlukan air. 

    Kondisi tersebut berdampak juga pada mekanisme suplai air di PDAM kota Bandung, bahkan setiap hari bisa berhenti mengalir hingga 6 jam. 

    "Musim kemarau ini sangat berdampak bagi suplai air kita bahkan sampai berhenti mengalir ke rumah warga selama 6 jam perhari. Kalau pun kita mengolah hanya bisa 500 -700 mililiter per detik,"jelas Soni kepada wartawan di Bandung, Senin (4/9/2017)

    PDAM Bandung pun ikut bertanggung jawab dalam hal suplai air bersih kepada masyarkat sepanjang musim kemarau tahun ini. Salah satunya dengan memberikan bantuan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.

    "Saya pastikan seluruh karyawan PDAM bertanggung jawab untuk mendistribusikan air kepada masyarakat dengan menggunakan mobil tangki ke seluruh wilayah kota Bandung dan sekitarnya yang memohon bantuan suplai air bersih,"tuturnya

    Namun, kata Sony, pihaknya tidak bisa secara bersamaan menyuplai kebutuhan air bersih. Pasalnya jumlah permintaan masyarakat akan air bersih yang begitu tinggi.

    "Kami memang tidak bisa secara begitu saja menyampaikan air bersih karena jumlah permintaan yang melalui media sosial kami maupun whatsap sudah banyak,"terangnya

    Adapun persyaratannya, masyarakat harus menyampaikan permintaan air bersih secara kolektif yang diajukan langsung oleh pengurus wilayah setempat dan PDAM tidak langsung mengatur langsung pendistribusiannya di lingkungan masyarakat. 

    "Silahkan langsung RT/RW atau pun tokoh masyarakat untuk membagikannya secara berkelimpok. Kami hanya mendrop air sesuai kebutuhan masyarakat dan harus memperoleh air bersih secara adil,"paparnya. 

    Menurut Sony, pendistribusian air bersih secara gratis ini mengambil sumber air dari pengolahan di Badak Singa karena ditargetkan bisa melayani kebutuhan air masyarakat dengan cepat.

    "Aksesnya lebih cepat di Badak Singa sedangkan untuk mengambil air di Dago Pakar terlalu jauh. Diharapkan dengan akses cepat ini bisa memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,"pumgkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus