Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bus Rapid Transit, Jabar Gelar Lelang Operator

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24390.jpg

    BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera menggelar lelang operator bus rapid transit (BRT) yang akan melayani angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP).

    Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik mengatakan, lelang dilakukan karena pihaknya kembali mendapat hibah 10 BRT dari Kementerian Perhubungan. Rencana lelang segera digelar usai pihaknya menuntaskan pengisian unit tersebut menjadi plat kuning. “Ini akan melayani Metro Bandung, dari Bandung-Majalaya yang butuh pelayanan karena di sana masih kurang,” katanya di Bandung, Selasa (8/8)

    Menurutnya, layanan BRT ini harus menggunakan operator agar pelayanan yang diberikan bisa optimal karena pergerakan bus ini masuk kategori AKDP. Pihaknya tidak menunjuk Damri karena berharap ada semacam beauty contest dari operator lain. “Kalau Damri mau ikut silahkan saja, ini karena jalur tersebut tinggi maka harus dilayani maksimal,” ujarnya.

    Rencananya bus ini akan melayani trayek dari Kota Bandung-Kabupaten Bandung selama 6 kali perjalanan setiap harinya setiap satu unit bus. Rutenya sendiri dari Terminal Leuwipanjang-Kopo-BKR-Moch.Toha-Dayeuhkolot-Ciparay dan berakhir di Terminal Majalaya. “Kami dapat 10 bus tahun ini ukurannya sedang, kami fokuskan melayani Metro Bandung,” cetusnya.

    Meski kapasitasnya terbatas, Dedi yakin keberadaan bus ini membantu mengingat daerah-daerah yang dilintasi sangat membutuhkan layanan. Pihaknya menghitung biaya kontrak layanan ini totalnya mencapai dan sudah dianggarkan Rp2,39 miliar. "Rencana pembayarannya Rp5.602,85/kilometer. Keseluruhan biaya kontrak sudah kita anggarkan," paparnya.

    Data Dishub Jabar, dengan panjang lintasan 27,5 kilometer lebih, bus sedang ini rencananya beroperasi melayani masyarakat umum dari pukul 06.00-18.00 WIB. Adapun untuk tiket jarak tersebut masyrakat akan dikenakan tarif Rp5.000. "Busnya sudah ada, tinggal kami urus pelat kuningnya sama lelangnya,” tuturnya.

    Dedi berharap, program ini bisa berjalan lancar setelah pihak operator didapat. BRT menurutnya ditargetkan akan menjadi layanan transportasi umum guna menggantikan kendaraan pribadi. Dua daerah yang dilintasi Trans Metro Bandung ini, menurutnya, paling banyak dilalui oleh masyarakat. “Arahnya untuk modernisasi pelayanan transportasi ke depan, ini salah satunya,” katanya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus