Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Aplikasi DOKU Tembus 1,6 Juta Transaksi

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24305.jpg

    BANDUNG-Setelah berhasil mendapatkan izin e-money dari Bank Indonesia pada tahun 2012, aplikasi DOKU pada semester I 2017 sudah mencapai 1,6 juta transaksi.

    Vice President Marketing DOKU, Ayu Hapsari menjelaskan DOKU merupakan payment enabler, penyedia solusi pembayaran elektronik pertama yang menawarkan solusi pembayaran untuk melayani kebutuhan pembayaran merchant online seperti isi pulsa, beli paket data, bayar listrik maupun cicilan kendaraan.

    Saat ini DOKU sudah dipakai lebih dari 25.000 merchant mulai dari segmen korporat, UKM, start up sampai dengan online seller perseorangan.

    "Pengguna aplikasi DOKU terakhir 1,6 juta, kalau untuk merchant secara keseluruhan dari payment gateway sampai ke personal seller sekitar 25.000," katanya kepada wartawan di Bandung, Rabu (2/8/2017).

    DOKU yang sebelumnya memiliki core business sebagai payment gateway sejak tahun 2007 mulai meluncurkan metode pembayaran baru berbentuk DOKU e-wallet di tahun 2013 untuk menjangkau pasar B2C. Sejak itu, DOKU gencar menyuarakan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi menggunakan DOKU e-wallet.

    "Terutama menjembatani masyarakat yang ingin bertransaksi online tapi tidak memiliki kartu kredit atau rekening bank," paparnya.

    Lebih lanjut dia mengungkapkan pihaknya menargetkan pertumbuhan sebesar 30-40 persen setiap tahunnya. Dari sisi pertumbuhan jumlah transaksi, DOKU mencatat pertumbuhan 68 persen selama Januari sampai dengan Mei 2017.

    "Transaksi pertumbuhannya setiap tahun sekitar 30-40 persen, yang terakhir data 2016 sudah mencapai 4,6 juta transaksi," ujarnya.

    Dia memprediksi pertumbuhan pembayaran uang elektronik akan meningkat, mengingat gaya hidup masyarakat yang semakin berubah. Untuk itu, dalam perkembangan bisnisnya DOKU membidik generasi milenial. 

    "Target kami, generasi milenial karena mereka berani mencoba mengambil risiko yang baru dan mencoba sesuatu yang lebih baik," pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus