Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    1,3 Juta Jiwa Warga Jabar Alami Infertilitas

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24166.jpg

    BANDUNG-Organisasi induk teknologi reproduksi berbantu di Indonesia (PERFITRI) mencatat, dari Indonesia yang berpenduduk 257,9 juta jiwa, memiliki penduduk usia reproduktif sebesar 75,7 juta jiwa, sehingga diperkirakan terdapat sekitar 7,5 juta penduduk usia reproduktif yang mengalami infertilitas dan memerlukan pertolongan. Di Jawa Barat, populasi infertil diperkirakan sebesar 1,3 juta jiwa. 

    Konsultan Fertilitas & Endokrinologi Reproduksi RSIA Limijati, Dian Tjahyadi, mengatakan populasi infertilitas terjadi pada 10% dari populasi usia reproduktif. Sementara, di Kota Bandung dengan penduduk usia reproduktif sebesar 1,1 juta jiwa, diperkirakan terdapat 110.000 jiwa yang mengalami infertilitas.

    "Di Jawa Barat, populasi infertil diperkirakan sebesar 1,3 juta jiwa. Sedangkan, untuk Kota Bandung diperkirakan terdapat 110.000 jiwa," katanya kepada wartawan, Minggu (23/7/2017).

    Menurut Dian, guna membantu penduduk usia reproduktif yang mengalami infertilitas, diperlukan fasilitas yang menyediakan layanan secara komprehensif.

    Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati sebagai rumah sakit ibu dan anak di Kota Bandung menyediakan fasilitas unit layanan Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) Bandung Fertility Center (BFC) yang terletak di lantai 5 gedung B RSIA Limijati. 

    Lebih jauh Dian menjelaskan, BFC memiliki tim yang merupakan pelopor teknologi bayi tabung di Kota Bandung yang terdiri dari dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan yang ahli di bidang TRB, dokter spesialis urologi konsultan andrologi, embriologi, dan perawat yang handal. 

    "BFC memiliki fasilitas untuk teknologi reproduksi berbantu tingkat lanjut seperti sperm washing, sperm freezing, testicular sperm extraction (TESE), intrauterine insemination, dan in vitro fertilization (IVF) dengan intracytoplasmic sperm injection (ICSI)," paparnya.

    BFC juga memiliki unggulan TESE bagi pasien azoospermia dengan pengambilan sperma dari pabriknya untuk dipadukan dengan sel telur.

    Umumnya, masyarakat menilai bahwa teknologi reproduksi berbantu membutuhkan biaya yang mahal. Memahami kebutuhan masyarakat terhadap teknologi  tersebut, Bandung Fertility Center  menyediakan paket bayi tabung yang terjangkau mulai dari Rp. 37.500.000,- dengan stimulasi ovarium dosis penuh.

    "Sejauh ini telah lahir kurang lebih 80 bayi tabung, dan ratusan bayi dari inseminasi intrauterin. Anak-anak tersebut telah diamati perkembangannya oleh tim tumbuh kembang RSIA Limijati dan didapati bahwa mereka tumbuh dan berkembang seperti anak yang dikandung dengan proses alami," pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus