Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Mensos Sebut Almarhum Pendiri Tagana Miliki Kemampuan Resolusi Konflik

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24073.jpg

    BANDUNG-Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Khofifah Indar Parawansa mengatakan salah satu pendiri Taruna Siaga Bencana (Tagana), almarhum Kang Deden, memiliki kemampuan untuk melakukan konflik resolusi sangat dalam.

    "Beliau memiliki kemampuan untuk melakukan konflik resolusi sangat dalam. Di negeri ini tidak cukup banyak yang memiliki kemampuan itu," ungkapnya saat melayat salah satu pendiri Tagana di kampus STKS Bandung belum lama ini.

    "Saya belum menemukan figur seperti beliau di Kementerian Sosial (Kemensos). Mungkin pengetahuan saya tentang Kang Deden jauh melebihi dari temen-temen Kemsos," tambahnya

    Melalui tim spider, almarhum banyak menyiapkan forum untuk membangun nasionalisme dari mereka yang sudah teridentifikasi sparadis dan anti NKRI.

    "Beliau bisa menyiapkan format sangat bagus," ujarnya

    Lebih jauh Mensos mengungkapkan Kang Deden mempunyai jejaring dengan budayawan-budayawan berkelas dalam membantu program ini.

    "Dahulu almarhum WS Rendra pun sering cukup membantu dalam program ini. Kemampuan berjejaring dengan budayawan-budayawan berkelas itu dimiliki oleh kang Deden, disamping tim spider yang memang memiliki skill yang cukup bagus," tuturnya.

    Misalnya ketika ada penghuni lapas di Bali yang melarikan diri dari lapas ternyata yang diminta untuk membantu membangun komunikasi di dalam lapas supaya kondusif itu juga Kang Deden. 

    "Beberapa kali lapas yang ada penghuni lapasnya melarikan diri, ternyata Kang Deden itu salah satu referensi mereka untuk membangun koneksifitas di dalam lapas, jadi kami dari Kementrian Sosial sangat kehilangan, kang Deden yang salah satu orang mendirikan taruna siaga bencana di Jawa Barat," tandasnya.

    Khofifah mengenang ketika ada apel khusus Tagana di Banda Aceh, secara khusus dia meminta agar Almarhum menyampaikan program Baksosnya kepada mantan anggota GAM. 

    "Saya sempat sampaikan. Kang Deden saya ingin Baksos, karena Kemensos sudah menyiapkan kaki dan tangan palsu, secara khusus meminta beliau untuk membantu agar baksos kita kali ini yang menerima program ini adalah mantan anggota GAM," paparnya.

    Selain itu, almarhum sudah banyak berkontribusi dalam membangun nasionalisme dari sekelompok orang yang tidak mudah diajak komunikasi tapi Kang Deden berhasil meraihnya kembali ke NKRI.

    "Kami dari Kementerian Sosial tentu merasa kehilangan. Mudah-mudahan beliau dipanggil Allah dalam keadaan khusnul khatimah. Semua amal ibadahnya diterima Allah, diampuni segala dosa dan khilafnya, serta keluarganya diberikan kekuatan," pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus