Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Aher: Manfaatkan Waktu Untuk Menggapai Kesuksesan Dunia dan Akhirat

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23610.jpg

    CIMAHI- Ciri-ciri seorang mukmin adalah ketika datangnya Ramadhan ia sambut dengan gembira, dan di saat yang sama seorang mukmin juga sangat sedih ketika Ramadhan menuju titik akhirnya. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dalam sambutan dan ceramah pada akhir rangkaian acara Safari Ramadhan dan Tarawih Keliling Tingkat Provinsi Jawa Barat 1438 H / 2017 M, di Masjid Agung Alun-Alun Cimahi, Kamis (15/6). Pada kesempatan itu Ahmad Heryawan mengajak para jemaah untuk mempertegas kesolehan untuk mencari rahmat Allah SWT.

    "Mari kita pertegas kesolehan kita, supaya dengan rahmat-Nya kita bisa masuk ke tempat yang kita idam-idamkan, yaitu surga. Mari kita hadirkan visi hidup yang panjang ke depan menuju surgawi, tidak hanya sukses duniawi," ucapnya.

    Lebih lanjut Aher sapaan akrab Gubernur menjelaskan, Allah memerintahkan umat Islam untuk sukses di keduanya, hadirkanlah yang paling pokok itu urusan akhirat. Kita jadikan kesuksesan dunia sebagai bahan untuk kesuksesan akhirat, salah satunya perbanyak doa kebaikan dunia dan akhirat. Kebaikan akan dibalas Allah 10 sampai 700 kali lipat tergantung keikhlasan kita. Bulan yang penuh ampunan ini, kita perbanyak beristighfar setiap selesai melaksanakan shalat.

    "Jika batas bawah umur manusia 60 tahun dan batas atas Allah berikan 70 tahun rata-rata, maka waktu segitu tidak ada apa-apanya dibandingkan di akhirat," tambahnya.

    Pada kesempatan ini disampaikan penyerahan penyaluran zakat untuk dhuafa sebesar Rp 50 juta dan penyaluran Al Quran dari Wakil Ketua Baznas Provinsi Jawa Barat kepada Ketua DKM Masjid Agung Alun-Alun Cimahi. Menurut Gubernur, sebaik-baik harta adalah yang dikelola oleh orang-orang soleh. Jangan sampai di dunia ini hadir kekayaan bertumpu pada kekayaan sekelompok orang tertentu, kemudian kekayaan dikuasai oleh orang-orang bermodal sehingga terjadi kesenjangan ekonomi yang terlalu tajam.

    "Oleh karena itu, mari kita hadirkan pemahaman keislaman kita untuk keseimbangan melalui ajaran kita dengan mensucikan harta supaya kekayaan merata," ajak Aher.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus