Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Desa Margamukti Dikukuhkan Menjadi Kampung KB

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22617.jpg

    SUMEDANG-Launching dan pengukuhan pengurus kampung KB RW 02 Desa Margamukti Kecamatan Sumedang Utara tahun 2017 diselenggarakan di SD Margamukti, Jum’at, (21/4). Kegiatan tersebut dihadiri asisten pembangunan, Ir. H. Dede Hermasah, M.Si, para kepala SKPD, camat Sumedang Utara beserta ibu penggerak Tim PKK, unsur forkopimka, serta unsur terkait lainnya.

    Disampaikan oleh Maman Suparman, selaku Kepala Desa Margamukti, latar belakang ditunjuknya RW 02 Desa Margamukti Sebagai Kampung KB adalah, RW 02 memiliki jumlah penduduk yang lebih banyak dibandingkan RW yang lainnya yang terdapat di Desa Margamukti, RW 02 memiliki luas wilayah yang paling besar, memiliki kekompakan dalam menata K3, memiliki paguyuban warga RW. “Dalam kesempatan ini, saya berterimakasih kepada Bapak Bupati dan jajaran pemerintah daerah yang terlah memberikan bantuan kepada Desa Margamukti sehingga adanya perubahan yang signifikan di Desa Margamukti, semoga launching dan  pengukuhan kampung KB ini, bisa menjadikan Desa Margamukti menjadi lebih maju dan sejahtera”, ujar Maman.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumedang, Nasam, SE, Ak, mengatakan Kampung KB adalah program Presiden Jokowi. Disampaikan Nasam, cikal bakal kampung KB di Sumedang terletak di desa Naluk dan sudah memiliki skala nasional. “Tahun 2016 yang lalu, satu Kabupaten diwajibkan membentuk satu kampung  KB, sementara di tahun 2017 ini,  diwajibkan untuk satu Kecamatan memiliki satu kampung KB”, kata Nasam.

    Masih menurut Nasam, kampung KB merupakan satu wilayah yang dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. “Mari kita bersama-sama mewujudkan kampung KB, diharapkan untuk dinas-dinas yang berkompeten untuk turut andil dan memiliki komitmen dan fokus terhadap perkembangan yang ada di kampung KB” paparnya.

    Pintauli Siregar, selaku perwakilan dari Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) provinsi Jawa Barat menyampaikan terimakasih Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, atas komitmennya sehingga Launching dan Pengukuhan Kampung KB di tingkat Kecamatan yang merupakan tidak lanjut dari pencanangan kampung KB di tingkat Kabupaten Sumedang maupun di tingkat Nasional dapat dilaksanakan. “Dukungan penduduk merupakan modal dasar sekaligus faktor dominan dalam pembangunan, oleh sebab itu pengendalian jumlah penduduk dan peningkatan kualitasnya harus menjadi titik sentral dalam konsep pembangunan berkelanjutan. Hal ini penting, karena jumlah penduduk yang besar dengan kualitas rendah dan dengan pertumbuhan yang cepat akan memperlambat tercapainya kondisi yang ideal antara kuantitas dan kualitas penduduk dengan daya tampung dan dukung lingkungan,” ujar Pantauli.

    Kemudian masih menurut Pantauli, dalam rangka mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang dan berkualitas  dibutuhkan upaya sinergi dan berkesinambungan yang difokuskan kepada beberapa sasaran utama yaitu pengendalian  angka kelahiran, penurunan angka kematian, pengarahan mobilitas penduduk, serta pengembangan kualitas penduduk pada seluruh dimensinya, peningkatan ketahanan serta kesejahteraan keluarga serta penyiapan dan pengaturan perkawinan dan kehamilan khususnya pada usia dini. “ BKKBN dan pemerintah daerah provinsi Jawa Barat sangat menyambut baik pembentukan kampung KB di Kabupaten-Kabupaten, khususnya di Kabupaten Sumedang yang merupakanbagian dari upaya membumikan dan merevitilisasi KB. Selain itu, kampung KB juga memiliki peran strategis sebagai salah satu cara membangun Indonesia dari pinggiran dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” tukasnya.

    Dede Hermasah dalam kesempatan tersebut menyampaikan, keberhasilan program KB tidak serta merta datang dengan sendirinya, akan tetapi dengan kerja keras berbagai pihak yang bahu membahu secara terkoordinasi dan terintegrasi dengan menggunakan strategi pendekatan perluasan jangkauan, pembinaan dan kemandirian.”Dalam pembinaan terhadap keluarga, maka perlu adanya keterpaduan penggarapan program Keluarga Berencana dengan pembangunan sektor lainnya, sehingga keluarga mendapat pembinaan dan penggarapan dari masing-masing dinas yang berkompeten”, ujar Dede.

    Menurut Dede, Program Kampung KB merupakan program  pembangunan keluarga yang masuk didalam 9 agenda prioritas pembangunan atau nawacita dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, “Kampung KB merupakan miniatur pelaksanaan program KB secara terpadu dan komperehensif di tingkat desa, kelurahan, dusun atau RW yang diarahkan pada peningkatan keterpaduan dan peran serta masyarakat, pembinaan keluarga dan perlindungan hak-hak reproduksi, kampung KB diharapkan bisa memberikan akses pelayanan kepada keluarga atau masyarakat dalam hal informasi kependudukan, layanan KB dan pembinaan”, pungkasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus