Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Disperindag Jabar Gelar Rakor Terpadu Pengawasan Barang Beredar

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22565.jpg

    BANDUNG-Disperindag Jabar, Selasa (18/4) menggelar rakor terpadu pengawasan barang beredar di Kantor Diperindag Jabar, Jalan Asia Afrika Kota Bandung. Kegiatan tersebut, diikuti aparatur Disperindag Kabupaten/Kota, Dinkes Kabupaten/Kota serta BPPOM Bandung. Rakor dibuka Kabid Perlindungan Konsumen Disperindag Jabar, Drs. Bismark, SH, MM mewakili Kadisperindag Jabar, Dr. Hening Widiatmoko, MA.

    Bismark, dalam penjelasannya pada kegiatan tersebut mengatakan diselenggarakannya rakor terpadu pengawasan barang beredar dimaksudkan sebagai pelaksanaan teknis pengawasan barang beredar di lapangan.

    Adapun  yang menjadi fokus perhatian dari tim terpadu tersebut, adalah hal–hal yang terkait dengan implementasi pemerintah yang tertuang didalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan  Konsumen serta Peraturan Pemerintah Lainnya terkait dengan kebijakan perdagangan dalam negeri maupun luar negeri dimana dalam pelaksanaannya diperlukan adanya pemahaman dari para pemangku kepentingan  khususnya yang terlibat di dalam Tim Terpadu pengawasan barang beredar.

    Pemerintah Daerah, imbuh Bismark sejalan dengan regulasi tersebut, mempunyai kewenangan untuk melakukan pengawasan di daerah.

    Sementara itu, Kepala BPPOM Bandung, Abdul Rahim dalam penjelasannya dalam kegiatan tersebut memaparkan dalam rangka pengawasan barang berbahaya, pemerintah di daerah mempunyai kewenangan dalam penerbitan rekomendasi perijinan distributor dan pemberian ijin pengecer bahan berbahaya serta pengawasan jalur distribusi bahan berbahaya.

    Sejalan dengan kewenangan itu, Pemda disamping perlu membentuk tim terpadu pengawasan barang beredar, juga perlu menyiapkan anggaran berikut program pengawasan barang beredar.

    Selama tahun 2016, ungkap Abdul Rahim, BPPOM Bandung sudah melakukan pengujian terhadap produk yang diduga mengandung bahan berbahaya. Produk yang menjadi temuan yaitu: Rhodamin B pada berbagai jenis kue, borak pada berbagai jenis makanan seperti bakso dan mie serta formalin pada makanan bakso dan mie basah.

    Atas temuan tersebut, telah dilakukan proses hukum dan bagi perkara non projustia telah dilakukan pembinaan. Selama tahun 2016, dari target perkara yang diselesaikan sebanyak 23 perkara, 24 perkara telah berhasil diselesaikan.

    Masih adanya barang berbahaya dalam beberapa jenis pangan, ujar Abdul Rahim menunjukkan untuk ke depan masih diperlukan pengawasan lebih serius dari pihak BPPOM dan Pemerintah Daerah untuk melakukan pengawasan atas peredaran pangan di masyarakat.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus