Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Waspada Makanan Berbahaya

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21378.jpg

    SUMBER-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat, dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan barang beredar, Kamis (16/2), kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak) kepada usaha yang bergerak dalam pembuatan makanan olahan seperti kue kering, kacang telur dan makanan berbentuk kue kering lainnya.

    Sidak berlangsung, di Desa Setuwetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Dalam sidak yang dipimpin Kabid Perlindungan Konsumen Disperindag Jabar, Drs. Bismark, MM ditemukan belasan jenis makanan olahan siap edar dalam jumlah banyak.

    Dalam kesempatan tersebut, Bismark sempat bertanya kepada pekerja di tempat usaha tersebut, Jayadi. Dalam keterangannya Jayadi, mengatakan bahwa makanan olahan yang sudah berbau apek, akan digunakan untuk pembuatan makanan ternak.

    Bismark, dalam kegiatan tersebut didampingi Polda Jabar sebagai pendamping pengawas dan BPPOM akan menindaklanjuti temuan tersebut.

    Untuk temuan makanan, untuk tahap awal merekomendasikan agar Dinkes Kabupaten Cirebon memeriksa Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) usaha makanan tersebut.

    Pihak Disperindag Jabar, menilai PIRT tersebut palsu dan disinyalir makanan olahan yang sudah lama akan kembali didaur ulang untuk dibuat kembali berbagai makanan olahan lainnya.

    Setelah PIRT diperiksa kebenarannya, jika terbukti PIRT palsu, barang tersebut akan disita.

    Temuan makanan berbahaya, yang terindikasi kadaluarsa yang diolah kembali menjadi produk makanan, merupakan tindak lanjut dari Disperindag Jabar untuk merespon pengaduan dari masyarakat.

    Pihak Disperindag Jabar, dengan temuan-temuan tersebut akan terus melakukan pemantauan kondisi barang beredar.

    Khusus untuk makanan, ujar Bismark dengan pengawasan ini diharapkan tidak akan ada lagi makanan berbahaya yang akan berdampak mengganggu kesehatan masyarakat. (Sumber Bidang PLK Disperindag Jabar)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus