Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Anak-Anak Ex Gafatar Harus Diperhatikan

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_15895.jpg

    SUBANG, - Anak-anak mantan anggota Organisasi Massa (Ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) harus segera mendapatkan penanganan. Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Subang, Juju Juhariah, khususnya masalah keberlangsungan pendidikan anak-anak.

    "Karena kami menemukan, anak yg usia 9 tahun belum bisa baca. Selain itu ditemukan anak-anak yang sempat sekolah Laporannya tertinggal di Kalimnatan. Ini ’kan memprihatinkan," ujar Juju saat menyambangi tempat penampungan mantan anggota Gafatar di Kantor Dinas Sosial Kab Subang, Senin (1/2/2016).

    didampingi Ketua Bidang Sosialisasi Jaka Septia Arizona menyambangi keluarga terutama anak-anak eks Anggota Gafatar di Dinas Sosial Subang, Senin.

    Selanjutnya kata Juju pemerintah harus segera berinisiatif karena menyangkut masa depan mereka. KPAID mendesak kepada pemkab Subang agar bertindak cepat dalam penanganan anak-anak mantan Gafatar ini.

    "Kami minta kepada Pemerintah Daerah, untuk memenuhi hak-hak- anak, seperti pendidikan, bermain, hak kesehantan, hak mendapatkan perlindungan dan hak untuk tidak di perlakukan secara diskirinamtif," tandasnya.

    Sebab, Juju menerangkan, menurut UUD 35 2014, bahwa anak bukan hanya tanggung jawab orang tuanya saja tapi menjadi tanggung jawab pemerintah dan dan masyarakat.

     "Oleh karena itu tidak ada alasan, pemda Subang, mengabaikan hak-hak anak-anak tersebut khusunya," katanya.

    Hari ini sebanyak 17 orang mantan anggota Ormas Gafatar asal Kabupaten Subang dipulangkan dari Kantor Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

    Sementara mereka ditampung di Kanor Dinas Sosial Kabupaten Subang untuk mendapatkan pemulihan psikologis sebelum dipulangkan ke keluarganya.

     


     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus