Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Supermarket Masih Ada yang Melanggar, Menjual Minol

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_12039.jpg

    BANDUNG—Dalam siaran pernya yang diterima jabarprov.go.id Sabtu (25/4), Ketua Gerakan Anti Miras (GENAM), fAHIRA iDRIS MENJELASKAN, seminggu sudah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/2015 yang melarang minimarket menjual segala jenis minuman beralkohol (minol) berjalan.

    Berdasarkan evaluasi yang dilakukan Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM), relatif hampir semua mini market di Indonesia mematuhi larangan ini. Sementara, di supermarket/hypermarket yang memang dalam Permendag masih diberbolehkan menjual minol golongan A (kandungan alkohol dibawah 5 %) masih ada terjadi pelanggaran.
     
    “Berdasarkan laporan relawan kita di seluruh Indonesia, relatif minimarket sudah tidak lagi menjual minol. Ada satu dua yang masih menjual, tetapi setelah kita jelaskan mereka mau menarik produk minolnya. Namun, di supermarket/hypermaket masih ada terjadi pelanggaran terutama dalam penempatan produk minol dan tidak meminta pembeli menunjukkan identitas saat membeli minol,” ujar Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) Fahira Idris.
     
    Fahira mengatakan, walau selama ini relawan lebih fokus kepada minimarket yang memang dari sisi jumlah dan sebarannya sangat mudah dijangkau anak dan remaja, tetapi, GeNAM juga melakukan pemantauan penjualan minol di supermarket/hypermarket.

    “Walau Permendag masih membolehkan supermarket/hypermarket menjula minol, bukan berarti mereka bisa seenaknya juga. Saya minta para pemilik supermarket/hypermarket baca lagi Permendag atau surat yang sudah kami (Genam) kirimkan. Disitu ada delapan poin pakta integritas yang harus anda patuhi. Relawan kami akan terus pantau, jadi jangan coba-coba melanggar,” tukas Senator Asal Jakarta ini.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus