Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pelaku UKM/mikro Lakukan Dua Jurus

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10197.jpg

    CIMAHI-Sejumlah pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Wilayah Kota Cimahi melakukan langkah-langkah solusi untuk mengimbangi kenaikkan harga Bahan Bakar Minyak yang telah ditetapkan oleh Pemerintah sejak Senin (17/11) malam lalu.

    “Kenaikkan harga BBM berdampak pada harga bahan baku produk usaha kecil kami. Harga pisang ambon lumut yang tadinya Rp 5.000 per kilogram, kini Rp 6.000. Harga telur ayam sebelum BBM naik Rp 17.500 perkilogram, sekarang Rp 18.200,” kata Tatik Subiyanti, pelaku UKM Sale Pisang Kelana Sari di RT 03 RW 21, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi kepada jabarprov.go.id, Minggu (23/11).

    Untuk mengimbangi kenaikkan harga BBM yang berdampak pada bahan baku prosuk usahanya tersebut, Tatik, mengaku masih mencari solusi agar usahanya tetap bertahan. Menurutnya, ada dua pilihan agar usahanya tersebut tetap bertahan. Pertama, menaikkan harga. Kedua, menurunkan kadar kualitas. Dua-duanya, menurut wanita yang merintis usahanya sejak tahun 2000 itu, sangat sulit dilakukan karena harus bersaing dengan produk serupa yang diproduksi oleh pelaku UKM lainnya.

    Hal serupa juga dialami oleh pelaku UKM Keripik Pedas di RW 16 Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi dan pelaku UKM Keripik Pisang Tresno Sari di Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

    Mereka masih mempertimbangkan apakah menaikkan harga jual produk atau menurunkan kualitas.

    Berbeda dengan pelaku UKM pedagang gorengan, seperti goreng pisang, bala-bala dan gehu di Kawasan Cimindi dan Parapatan Pharmindo. Karman misalnya, sudah melakukan dua jurus untuk mengimbangi kenaikkan harga BBM agar usahanya tetap bertahan. Selain menaikkan harga jual produk dari Rp 500 menjadi Rp 750, Karman juga memperkecil ukuran produk.

    “Kalau soal kualitas rasa tetap dipertahankan, karena itulah daya tarik produk saya,” katanya kepada jabarprov.go.id, Minggu (23/11). (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus