Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tiga Fraksi Tolak Kenaikan Harga BBM

    http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10183.jpg

    BANDUNG. Kenaikan harga BBM, ternyata menuai penolakkan dari beberapa Fraksi di DPRD Jabar. Penolakan diungkapkan Fraksi Demokrat, Fraksi PKS dan Fraksi Gerindra. Penolakkan ditandatangani masing-masing Ketua dan Sekretaris dari masing-masing Fraksi. Penolakan disampaikan dalam pemandangan umum RAPBD Provinsi  Jabar tahun 2015.

    Fraksi Demokrat DPRD Jabar , atas penolakkan tersebut mengungkapkan alasannya. Fraksi Demokrat mempertanyakan kebijakan tersebut sekalipun kebijakan itu adalah wewenang pihak pemerintah, tetapi harus dijelaskan kepada rakyat mengapa harga BBM harus naik ketika komponen yang mempengaruhi kenaikan harga memperlihatkan kecenderungan untuk turun antara lain harga minyak mentah dunia turun, kurs dolar terhadap rupiah masih stabil dan lifting minyak tercapai.

    Hal yang sama diungkapkan Fraksi PKS DPRD Jabar. Fraksi PKS DPRD Jabar, mengungkapkan adanya penolakkan dari elemen masyarakat, aspirasi tersebut harus diperjuangkan. Alasan harga menurunnya minyak mentah dunia itu yang menjadi pangkal persoalan penolakkan dan alasan lain  pertimbangan dampak kenaikan BBM yaitu laju inflasi naik sehingga berpotensi menghambat pertumbungan ekonomi yang akhirnya menekan daya beli masyarakat khususnya masyarakat miskin.

    Sementara itu, Fraksi Gerindra DPRD Jabar penolakan beralasan karena kenaikan BBM menyebabkan naiknya harga kebutuhan pokok yang menyengsarakan masyarakat khususnya masyarakat miskin sehingga pemerintah diharapkan dapat meninjau ulang kebijakan tersebut.

    Kenaikan harga BBM, berpotensi juga mengakibatkan penyusunan anggaran baik RAPBD tahun 2015 maupun RAPBN tahun 2015 mengubah asumsi-asumsi yang digunakan terutama dalam menentukan pembiayaan akan berubah pula. (Nur)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus